Rabu, 1 Februari 2023

Ade Armando Sebut Suporter Arema Sok Jagoan dalam Tragedi Kanjuruhan, Netizen: Biadab!

Ade Armando saat tambil di kanal Youtube Cokro TV.

Jakarta (Riaunews.com) – Ade Armando, dosen yang juga giat di media sosial, terkena kritikan tajam dari para netizen. Itu setelah dia mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang disebabkan oleh tindakan dari suporter Arema sendiri.

“Sekali lagi, marilah kita bersikap objektif, yang jadi masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion, dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan. Dalam pandangan saya, polisi sudah melaksanakan kewajibannya,” kata Ade Armando.

Potongan video yang awalnya tayang di channel CokroTV itu langsung viral di media sosial. Rata-rata netizen mengecam pernyataan Ade Armando tersebut.

Baca Juga: Kompolnas Sebut Tak Ada Perintah Penembakan Gas Air Mata dan Penguncian Pintu di Stadion Kanjuruhan

“Woi ADE ARMANDO, kalau Lo terima Proyek jangan suka FITNAH orang. Masa Lo katakan semau BACOT Lo. Enak benar bicara bahwa “Pangkal Masalah adalah Supporter Arema yang Sok Jagoan”. BIADAB KAU ADE ARMANDO. Ayo Suarakan agar @DivHumas_Polri TANGKAP ADE ARMANDO sang PROVOKATOR !,” tulis Ketua Umum KNPI Haris Pertama melalui twitter.

“Ade Armando sudah menutup Malang sebagai destinasi wisata dia. Hebat juga sih kalau nanti masih berani nongol ke kota itu doi,” kritik @notaslimboy, akun populer di Twitter dengan puluhan ribu follower.

“Mohon saudara2ku Aremania tetap kepala dingin meski hati mendidih mendengar ucapan ade armando yg terkesan sok jagoan itu. Sabar dan sabar, tolong kalau ketemu, dia jangan di gebukin lagi seperti yg sudah,” tulis Andi Sinulingga di akun twitter @andisinulingga.

“Kenapa si Ade Armando ini bilang tidak ada tembakan? Padahal nyata disaksikan puluhan ribu suporter tembakan gas air mata yang membuat mereka takut dan berlarian sehingga berjatuhan ratusan korban?” sergah yang lain di Twitter.

“Gmn orang gak membencimu ade armando. Blm selesai duka orang tua yg kehilangan anaknya krn tragedy kanjuruhan kau sdh hina2 yg wafat. Siapa yg gak geram lht ucapanmu ini,” murka warganet yang lain.

Baca Juga: 33 Anak-anak Turut Jadi Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan di Malang menyisakan pilu yang sangat dalam. Ratusan nyawa manusia melayang usai derbi Jatim yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya itu. Di antara 125 korban yang meninggal dunia, 32 di antaranya adalah anak-anak, termasuk balita berusia 3 tahun.

Insiden itu terjadi akibat desak-desakan di stadion, petugas keamanan menembakkan gas air mata untuk mengurai kerumunan penonton yang merangsek masuk ke lapangan. Nahasnya, gas air mata juga meluncur ke arah tribun penonton yang membuat situasi menjadi tak terkendali.***

Tinggalkan Balasan