Rabu, 17 Juli 2024

Anies-Muhaimin Bertekad Kembalikan Akhlak Bernegara

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar hadiri Dialog Terbuka Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Foto: JPNN)

Jakarta (Riaunews.com) – Capres-cawapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) bertekad untuk menyelamatkan bangsa dan mengembalikan akhlak bernegara.

Tekad itu disampaikan Anies saat Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023).

“Kami bertekad untuk mengembalikan akhlak bernegara. Semua agenda AMIN berlandaskan nilai Keadilan Untuk Semua,” kata Anies disambut tepuk tangan gemuruh ribuan peserta yang hadir.

Selain itu, lanjutnya, ia juga berupaya mengembalikan kewibawaan negara dengan menjaga prinsip dan etika bernegara.

“Kami ingin mengembalikan kewibawaan negara dengan menjaga prinsip dan etika bernegara,” ujar Capres nomor urut 1 ini.

Dilansi JPNN, dialog terbuka ini layaknya ajang uji publik. Terdapat lima panelis lintas disiplin ilmu yang siap memberondong pertanyaan-pertanyaan kritis pada AMIN, antara lain Prof. Dr. Siti Zuhro, Prof. Dr. Sofyan Anif, Prof. Dr. Zuli Qadir, Prof. Dr. Aidul Fitri, serta K.H. Saad Ibrahim.

Anies menegaskan akan mengembalikan keadilan dalam tiap langkah pengelolaan negara. Maka dari itu, lanjutnya, keadilan harus dikembalikan, cara pandang pemerintah harus diubah.

“Perubahan dari pendekatan sektoral menjadi pendekatan sektoral dan kawasan. Fokus pertumbuhan semata menjadi fokus pertumbuhan dan pemerataan dan keberlanjutan. Lalu, pendekatan top-down menjadi pendekatan kolaborasi dan gotong-royong,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Anies berupaya meningkatkan kualitas manusia melalui pemerataan akses pendidikan dan kesehatan berkualitas dan terjangkau serta melakukan pengentasan kemiskinan.

Ia juga akan merawat persatuan dan dan toleransi melalui fasilitasi institusi keagamaan, penjaminan kebebasan beragama dan penguatan kesalehan sosial.

“Kami akan mewujudkan hukum yang adil, transparan dan mengayomi melalui meningkatkan kualitas peraturan dan aparat penegak hukum,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *