Kamis, 18 Juli 2024

Christ Wamea: Belum Dengar Ceramah Sudah Bilang Radikal, Komunis!

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Christ Wamea

Jakarta (Riaunews.com) – Pelabelan radikal yang disematkan Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto kepada sejumlah ustaz yang akan mengisi kajian online Ramadhan di perusahaan BUMN, berbuntut panjang.

Sejumlah kalangan mengkritisi parnyataan yang dicuitkan pegiat media sosial pro Jokowi yang lebih dikenal dengan Dede Budhyarto tersebut lewat akun twitternya @kangdede78.

Kritikan keras juga datang dari tokoh asal Papua yang dikenal kritis terhadap rezim saat ini, Christ Wamea.

Christ mempertanyakan dari sisi mana Dede Budhyarto menilai para ustaz tersebut radikal, sehingga acara dibatalkan sebelum materi kajian ramadhannya disajikan.

“Belum dengar materinya sudah dibilang radikal. Ini namanya komunis,” tegas Christ lewat akun @PutraWadapi yang dipantau Riaunews.com pada Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya Dede Budhyarto menyampaikan pejabat di jajarannya yang menyelenggarakan kajian online Ramadan telah dicopot.

Alasannya, menurut Kristia, karena isu radikalisme. Tak hanya mencopot pejabat terkait, PT Pelni juga membatalkan kajian online Ramadan tersebut.

Hal ini disampaikan Kristia melalui akun Twitter @kangdede78, Kamis (8/3/2021). Kristia mengatakan, acara itu tidak memeroleh izin dari direksi.

“Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162 dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN,” tulis dia.

Tak sampai di situ, Kristia Budhyarto juga mengatakan bahwa pejabat yang berkaitan dengan acara itu juga dicopot.

Relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres lalu ini pun mengingatkan kepada seluruh jajaran BUMN agar tidak segan-segan mencopot pegawainya yang terlibat radikalisme.

“Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *