Jumat, 1 Juli 2022

Dianggap Sebarkan Hoaks, Tagar #TangkapEkoKuntadhi jadi Trending

Eko Kuntadhi.

Jakarta (Riaunews.com) – Baru-baru ini pemberitaan terkait UAS (Ustadz Abdul Somad) dideportasi pihak Singapura menjadi sorotan netizen.

Diketahui alasan UAS ditolak tersebut karena, menurut MHA Singapura, Ustadz Abdul Somad menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasionis, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Selain itu, UAS juga dianggap memperbolehkan bom bunuh diri dengan tujuan syahid dalam konteks konflik Israel-Palestina dalam khotbahnya.

Sehubungan dengan itu, pada Jumat (20/5/2022), Eko Kuntadhi mengunggah tangkapan layar sebuah pemberitaan media online yang menyebut adanya penolakan atas kedatangan UAS di Madura.

“Hari ini, Ratusan Santri Bakal Gelar Aksi Tolak Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Madura” tulisan dalam judul berita tersebut.

Diduga pemberitaan itu hoax atau palsu, pasalnya banyak dari netizen yang menyangkal hal tersebut dengan mengunggah bukti keberadaan Ustad Abdul Somad yang diterima dengan baik oleh warga Madura.

Banyak dari netizen yang menyatakan cuitan Eko Kuntadhi sebagai pemicu perpecahan dan perdebatan antara masyarakat.

Nyatanya UAS disambut dengan meriah oleh masyarakat Madura dan ramai-ramai menghadiri pengajian akbar.

“Alhamdulillah ditolak di Singapore, UAS malah disambut antusias di Madura🤭😂,” unggah netizen Champa Tiger melalui akun @wahyu_abdi_.

Ada juga yang meminta polisi untuk menangkap Eko Kuntadhi karena dianggap menyebarkan berita tidak benar alias hoax.

“Kalo kaga di kandangin bisa mati di jalan nih orang,” cuit pemilik akun @MasBejo98u.

Hal itulah yang membuat nama Eko Kuntadhi trending dan mendapat tudingan sebagai anak PKI (Partai Komunis Indonesia).***

Tinggalkan Balasan