Rabu, 17 Agustus 2022

Dinilai Lakukan Penistaan Agama, Pj Wali Kota Didesak Tutup Holywings Pekanbaru

Holywings Pekanbaru terletak di Jalan Soekarno Hatta.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Forum Umat Pekanbaru dan Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru meminta Pj Wali kota Pekanbaru Muflihun untuk segera menutup tempat hiburan Holywings Pekanbaru.

Hal tersebut disampaikan dalam aksi demo yang digelar di depan bekas kantor Wali kota Pekanbaru Jalan Sudirman, Senin (27/6/2022).

Reza Sahdan selaku Kordinator Lapangan mengatakan baru-baru ini viral postingan promosi minuman keras (miras) yang dilakukan oleh manajemen Holywings dengan memberi diskon kepada orang yang memiliki nama “Muhammad” dan “Maria”.

Postingan tersebut dianggap menodai agama dan melanggar Pasal 156 dan 156A KUHP tentang Penodaan agama. Selain itu juga melanggar Pasal 28 Ayat 2 UU ITE yang mengatur larangan ujaran kebencian terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Kita ketahui bersama bahwa Muhammad merupakan nabi terakhir yang diutus untuk menyebarkan agama Islam yang membawa misi rahmatan lil alamin. Promosi yang disebarluaskan oleh pihak manajemen Holywings tentu sangat menistakan Nabi Muhammad yang merupakan salah satu nabi dalam agama Islam dimana dalam ajaran agama Islam minuman keras (miras) dihukumi haram/dilarang untuk dikonsumsi dalam agama Islam,” ucapnya dilansir Cakaplah.

Selain itu, Riau dikenal dengan Bumi Melayu yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, yang dari masa ke masa ajaran dan nilai agama Islam dijadikan landasan tunjuk ajar Melayu di Provinsi Riau.

Untuk itu, keberadaan Holywings di Kota Pekanbaru dikhawatirkan dapat merusak generasi muda dan menodai citra Riau khususnya Kota Pekanbaru terlebih dengan postingan viral dari Holywings yang menyinggung unsur SARA yakni menistakan agama Islam.

Sehubungan dengan viralnya postingan promosi penjualan miras yang disebarkan oleh manajemen Holywings, maka dari itu Forum Umat Pekanbaru dan Sapma PP Pekanbaru menyampaikan 2 tuntutan.

“Yang pertama yakni meminta Pj Wali kota mencabut izin usaha Holywings Kota Pekanbaru dikarenakan postingan viral yang menistakan agama,” ungkapnya.

“Yang kedua kita meminta Pj Wali kota Pekanbaru menutup Holywings Kota Pekanbaru untu membersihkan Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru yang dikenal sebagai Bumi Melayu yang kental adat istiadatnya menjunjung tinggi ajaran agama Islam,” imbuhnya.

Ketua Sapma PP Pekanbaru Oki Jumianto dalam orasinya mengatakan pihaknya memberikan waktu satu minggu agar tuntutan ini dikabulkan.

“Jika dalam waktu sepekan Holywing tidak juga ditutup, saya pastikan massa akan datang lagi ke sini dengan jumlah yang lebih banyak. 10 kali lipat lebih banyak yang akan datang lagi ke sini,” pungkasnya.

Kepala DPMPTSP Akmal yang datang menemui puluhan massa ini mengatakan dirinya akan segera melaporkan apa tuntutan yang disampaikan dalam aksi ini.

“Saya akan melaporkan hal ini kepada pimpinan kita sekarang yakni Pj Walikota Pekanbaru bapak Muflihun. Agar apa yang menjadi tuntutan kita bersama ini bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan