Senin, 25 September 2023

Eks TKN Kritik Jokowi yang Bersuka Cita dengan Pendukungnya di Saat Korban Gempa Cianjur Masih Berduka

Presiden Joko Widodo mengumpulkan pendukung dan relawannya di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu.(Foto: Detik)

Jakarta (Riaunews.com)- Mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jay Octa, mengkritik acara relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gelora Bung Karno (GBK) yang diinisiasi Gerakan Nusantara Bersatu. Pasalnya, acara tersebut dinilai digelar saat masih suasana duka gempa Cianjur, Jawa Barat.

“Menolak di adakannya acara foya-foya, ketika rakyat masih di berduka. Duka pandemi, duka obat anak, duka bencana, duka kelaparan akibat 3 tahun tidak bisa bekerja dan PHK” kata Jay dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).

Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,6 terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) lalu. Gempa yang terjadi pukul 13.21 WIB ini juga dirasakan getarannya hingga Jakarta.

Jokowi dinilai bukan tipe pemimpin yang suka berfoya-foya, Jay mempertanyakan kenapa para relawan bikin acara di GBK. Mengumpulkan ribuan orang, dengan hiasan yang megah dan mewah di lokasi.

“Dari mana anggaran yang digunakan untuk membuat acara sedemikian mewahnya ketika kondisi ekonomi rakyat sedang jatuh dan konon kata pemerintah bakal ada resesi tahun depan” tambah Jay.

Cerminan kepemimpinan Jokowi dan cita-cita Nawacita dinilai bukan seperti yang dimaknai oleh para pendukungnya. Urgensi acara tersebut dipertanyakan.

“Setahu kita, atas keputusan Menpora, bukannya tidak boleh digunakan untuk acara-acara seperti itu” jelas Jay.

Seperti diketahui, relawan Jokowi yang terhimpun dalam Gerakan Nusantara Bersatu deklarasi dalam pertemuan di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Deklarasi tersebut menyatakan untuk manut atau patuh terhadap Jokowi di tahun 2024 mendatang.

“Maka kami relawan Jokowi berhimpun dalam Gerakan Nusantara Bersatu, bersama Presiden Jokowi kami berkomitmen membentuk barisan kuat, mengawal Indonesia emas 2045, Indonesia yang maju. 2024 Manut Jokowi! 2024 Manut Jokowi!,” kata mereka di lokasi.

Dalam deklarasi tersebut, disebutkan juga bahwa mereka siap mengawal Jokowi dalam memastikan pembangunan sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih baik. Mereka juga menyatakan siap mengawal Presiden Jokowi dalam melakukan pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia.

“Bersama Presiden Jokowi melanjutkan pemerataan pembangunan pilar-pilar infrastruktur yang kini telah berdiri dari Aceh sampai Papua. Akan tetap kokoh menopang ekonomi rakyat tidak akan ada lagi ketimpangan melainkan kemakmuran yang menyentuh seluruh negeri,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan