Jumat, 12 Juli 2024

Gegara Ade Armando PSI Terancam Jadi Partai ‘Terlarang’ di Yogyakarta

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) mendemo Kantor DPW PSI Yogyakarta.

Yogyakarta (Riaunews.com) – Kelompok massa yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) mendesak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersikap tegas pada kadernya, Ade Armando.

Pasalnya, Ade Armando dinilai telah menghina Yogyakarta melalui unggahan di media sosialnya. Ade dinilai menyinggung dinasti di Yogyakarta serta soal pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tak melalui sistem pemilu.

“PSI harus segera bersikap tegas soal Ade Armando, tidak bisa lepas tangan begitu saja karena dia adalah kader dan caleg PSI,” kata Widihasto, Koordinator Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan, saat berdemonstrasi di kantor PSI DIY, Senin (4/12/2023).

Widihasto menuturkan pihak kepolisian juga perlu segera menangkap pegiat media sosial tersebut karena terindikasi telah menyebarluaskan kabar bohong yang tidak sesuai dengan fakta hukum terkait kesejarahan Yogyakarta.

“Kami memberi waktu PSI bersikap soal Ade Armando dalam waktu 2x 24 jam sejak aksi ini digelar,” kata dia.

“Jika aspirasi kami di Yogya tidak dilakukan, kami siap propagandakan bahwa PSI harus hilang dari Yogyakarta. Kami juga siap propagandakan PSI sebagai partai terlarang, tidak ada tempat bagi PSI di Yogyakarta kalau PSI tak bersikap soal Ade Armando,” ujar Widihasto.

Widihasto dalam orasinya juga menambahkan, apa yang dilakukan Ade Armando adalah blunder terburuk. Sehingga sampai harus menyinggung Yogyakarta yang sudah berjalan dengan tradisinya dan diakui masyarakat.

“Ade Armando sebagai kader PSI sudah menginjak harga diri Yogya, dia seperti menggali kuburnya sendiri dengan ucapannya soal dinasti di Yogyakarta dalam tahun politik ini,” kata dia.

Menurut Widihasto, kemarahan warga di Yogya soal ucapan Ade Armando bisa berbuntut panjang. Seperti pernah dialami Partai Demokrat yang di masa silam tidak mendukung pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur secara penetapan melalui Undang-Undang Keistimewaan DIY yang disahkan pada 2012 silam.

“Apakah PSI akan rela jika kemudian baliho-baliho besarnya hilang dari Yogyakarta akibat tak bersikap soal Ade Armando?” kata dia.

Calon legislatif PSI Yogyakarta Kuss Indarto yang turut menemui massa aksi di kantor PSI DIY menuturkan, partainya menghormati dan menghargai keistimewaan Yogyakarta.

“Namun soal adanya rencana pencabutan baliho-baliho PSI di Yogyakarta itu kami serahkan pada pihak berwajib, karena ada aturannya sendiri,” kata dia.

Ade Armando menyinggung dinasti di Yogyakarta pasca bergulirnya aksi aliansi mahasiswa di Yogyakarta pada 29 November 2023 yang mengkritik politik dinasti Presiden Joko Widodo bersama putranya Gibran Rakabuming Raka dalam pemilu presiden 2024.

Dalam unggahan videonya di media sosial yang diketahui telah dihapus itu, Ade menyatakan yang harus dilawan pertama para mahasiswa di Yogyakarta adalah Yogyakarta itu sendiri. Karena menerapkan sistem dinasti dalam menentukan gubernurnya yang tak melalui pemilihan umum.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *