Kamis, 18 Juli 2024

Hamas Murka Israel Tangkap Direktur dan Staf RS Al-Shifa

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Muhammad Abu Salmiya.

Gaza (Riaunews.com) – Pasukan penjajah Israel telah menangkap Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Muhammad Abu Salmiya, beserta sejumlah staf medis lainnya yang bekerja di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza tersebut.

Penangkapan ini terjadi, seiring dengan bombardir Israel di berbagai rumah sakit dan fasilitas sipil yang terletak di bagian utara Jalur Gaza—di tengah proses implementasi gencatan senjata.

Dikutip dari AFP, Kepala Departemen Medis RS Al-Shifa, Khalid Abu Samra, pada Kamis (23/11) membenarkan terjadinya penangkapan Salmiya oleh pasukan penjajah.

“Muhammad Abu Salmiya ditangkap bersama dengan beberapa dokter senior lainnya,” ujar Samra.

Terpisah, pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengatakan, selain Salmiya tentara Israel juga menangkap seorang dokter lain dan dua perawat. Disebutkan, Otoritas Penyiaran Israel pun memberitakan soal penangkapan tersebut.

Salmiya dan rekan-rekannya dilaporkan sedang dalam perjalanan evakuasi dari bagian utara Gaza ke selatan sebelum ditangkap. Media Israel, Kan, melaporkan Salmiya diinterogasi oleh dinas intelijen Shin Bet setelah penangkapan terjadi.

Hamas, pada gilirannya, dalam sebuah pernyataan mengecam Israel atas penangkapan ini dan mendesak organisasi internasional agar segera membebaskan mereka.

“Kami menganggapnya sebagai tindakan tercela yang hanya datang dari entitas yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan moral, selain merupakan kejahatan dan pelanggaran mencolok terhadap konvensi internasional yang menjamin tidak ada serangan terhadap petugas medis setiap saat,” kecam Hamas.

Sebelum ditangkap, Salmiya sering menjadi sumber informasi dan dikutip oleh media internasional mengenai kondisi di dalam RS Al-Shifa yang menjadi salah satu sasaran serangan Israel selama tujuh pekan pertempuran berkecamuk.

Pasukan Israel selama ini bersikeras meyakini para pejuang Hamas menempatkan terowongan bawah tanah di berbagai kompleks rumah sakit di bagian utara Gaza sebagai penyimpanan senjata, lokasi para sandera ditahan, hingga pusat komando mereka.

Klaim tersebut didukung oleh sekutu dekat Israel, Amerika Serikat, tetapi dibantah keras oleh Hamas dan para pejabat rumah sakit Palestina.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *