Sabtu, 1 Oktober 2022

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Jokowi: Masih Jauh Lebih Murah Dibanding Jerman, AS dan Singapura

Minyak goreng kini melimpah di ritel-ritel modern begitu aturan HET dicabut.

Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Joko Widodo meminta masyarakat berhemat. Menurutnya, hal ini untuk mengantisipasi situasi tak terduga yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Tak hanya itu, dia juga membandingkan harga minyak goreng dalam negeri dengan negara lain terkait dengan kisruh kelangkaan migor berujung harga nan melambung.

“Saya minta seluruh rakyat, seluruh masyarakat kecil menabung, berhemat, sehingga apabila ada keadaan-keadaan tertentu yang kita prediksi itu masih punya cadangan, rakyat punya cadangan, negara juga punya cadangan,” ujar Jokowi saat membuka Rakernas Projo yang disiarkan secara daring, Sabtu (21/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga membandingkan harga minyak goreng di Tanah Air stabil jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Ia mencontohkan, di di Jerman harga minyak goreng Rp47 per liter, di Singapura Rp41 ribu per liter, dan di Amerika Serikat Rp45 ribu per liter. Sementara itu, menurutnya, harga minyak goreng curah di Indonesia bisa didapatkan dengan harga Rp14 ribu per liter.

“Artinya kita masih bisa mengendalikan inflasi, kenaikan harga-harga,” katanya.

Jokowi pun mengatakan penyetopan ekspor bahan baku minyak goreng atau crude palm oil (CPO) serta produk minyak goreng yang berlaku sejak 28 April 2022 bukan hal mudah.

Sebab, keputusan tersebut berdampak pada banyak sektor, di antaranya membebankan petani sawit dan merosotnya pemasukan negara dari hasil pajak penjualan sawit.

“Tidak mudah, selain petani, urusan income negara, pajak dari sawit, biaya ekspor dari sawit, itu gede sekali, kurang lebih Rp60-Rp70 triliun,” ucapnya.

Namun, Jokowi menegaskan langkah tersebut harus diambil demi kepentingan rakyat.***

Tinggalkan Balasan