Jumat, 9 Desember 2022

Harga Sembako Masih Tinggi, Mendag Zulhas Bandingkan Dengan Singapura dan China: Harap Masyarakat Maklum

Menteri perdagangan Zulkifli Hasan.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, meminta kepada masyarakat agar memaklumi harga telur ayam, yang saat ini masih bertengger tinggi di level Rp28.000 per kilogram (kg).

Dia menilai, setidaknya sudah ada penurunan harga telur ayam sebesar Rp1.000 per kg dari sebelumnya Rp29.000 per kg, meskipun masih jauh dari harga sebelum Ramadan lalu di Rp24.000 per kg.

“Saya berharap ini bisa dimaklumi. Karena peternak ayam petelur sudah dua tahun lebih rugi. Jadi kalau baru sebulan ini untuk menutupi kerugian yang kemarin, saya kira wajar ya,” kata Zulhas saat ditemui di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu 25 Juni 2022.

Meski demikian, Zulhas berdalih bahwa harga telur ayam dan kebutuhan pokok lainnya di Indonesia saat ini, masih lebih murah jika dibandingkan dengan harga-harga kebutuhan pokok di negara lain.

Misalnya harga beras sedang dan premium pada kisaran Rp10.000-Rp12.000 per liter di Tanah Air, menurutnya masih jauh lebih murah jika dibandingkan harga beras di Singapura yang mencapai sebesar Rp32.000 per liter.

Sementara harga daging ayam Rp38.000 per kg, masih lebih murah dibandingkan di Singapura yang mencapai Rp129.000 per kg. Daging sapi Rp140.000 per kg juga menurutnya masih lebih murah, dibandingkan harga di Singapura yang mencapai Rp170.000 per kg dan di Hanoi yang seharga Rp170.000 per kg.

Murahnya harga-harga bahan pokok di Tanah Air jika dibandingkan dengan di negara-negara tersebut, diakui Zulhas merupakan akibat dari subsidi luar biasa yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Jadi pemerintah sudah memberikan subsidi yang luar biasa. Maka kalau mau harganya diturunkan sehingga subsidinya naik, pemerintah bisa kolaps. Sekarang saja sudah Rp500 triliun lebih untuk subsidi,” kata Zulhas.

“Apalagi pemerintah juga masih mengeluarkan bantuan langsung tunai (BLT) yang Rp300.000. Itulah yang maksimal yang bisa pemerintah lakukan,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan