Jaksa Bebaskan Tersangka yang Terpaksa Curi HP Untuk Kepentingan Belajar Daring Sang Anak

Tersangka pencurian HP di Garut sujud syukur setelah dibebaskan Jaksa. (Foto: tvonenews.com)

Garut (Riaunews.com) – Seorang pria di Garut, Jawa Barat, harus menjadi tersangka dan menjalani bui gara-gara mencuri HP untuk kebutuhan belajar daring anaknya. Jaksa dari kejaksaan Negeri Garut pun pasang badan membebaskan tersangka atas dasar kemanusiaan.

Comara Syaiful (41), seorang buruh ternak ayam, warga Kampung Kubang, Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong Garut, sudah menjalani penahanan di rumah tahanan (Rutan) Garut. Dirinya ditahan karena mencuri telepon pintar milik warga di Desanya.

Comara sudah menjalani masa penahanan selama dua bulan sejak tanggal 7 September 2021 lalu.

Dilansir lama tvOnenews.com, niat pelaku mencuri hp milik warga bukan kepentingan hura-hura, melainkan lantaran terdesak kebutuhan belajar daring anaknya saat pembelajaran semasa pandemi Covid-19.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Sari Susanti mengatakan kasus ini kini telah tahap kedua di Kejaksaan usai berkas perkara selesai di penyidik kepolisian, namun kasus ini dihentikan oleh jaksa atas dasar kemanusiaan.

“Ya restorative justice salah satu dasarnya kemanusian, memang tersangka sudah menjalani penahanan sekitar sebulan lebih, kami menerima berkas lanjutan dari pihak kepolisian maka dari itu kita sudah ekpose dengan Jaksa Agung kasus ini layak dihentikan,” kata Neva kepada tvonenews.com, Rabu (10/11/2021).

Pihak kejaksaan pasang badan membebaskan dan tak melanjutkan perkara yang disidik penyidik polisi Polsek Malangbong, Garut, didasari Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020, tentang penghentian penuntutan berdasarkan restorasive justice.

“Jadi kronologisnya tersangka ini sebelum mengambil hp milik korban sempat meminta beras kepada perangkat Desa setempat, ia memang tak punya beras untuk keluarganya, namun saat pulang, tersangka ini melihat hp tergeletak di meja piket Desa, sehingga ia ambil, namun pada waktu itu juga ia di panggil aparat Desa karena korban mengetahui hp nya hilang dan tersangka mengakui mengambilnya,”tambah Neva.

Nilai kerugian korban yakni dibawah Rp2,5 juta, dan ada kesepakatan perdamaian korban dan tersangka ini pun menjadi landasan jaksa untuk menghentikan kasus bagi rakyat miskin ini.

Comara, yang kini sudah bisa kembali pulang langsung sujud syukur di depan kantor Kejaksaan Negeri Garut. Ia dijemput aparat Desa dan keluarganya. Comara tak henti – hentinya menangis saat dibebaskan jaksa.

“Nuhun (terima kasih) pak jaksa, terima kasih pa jaksa sudah bebaskan saya,” kata Comara sambil terus menangis.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Kritik Permendikbudristek, MS Kaban: Presiden Setuju Seks Bebas Suka Sama Suka?

Kam Nov 11 , 2021
369 Jakarta (Riaunews.com) – Politisi Partai Ummat, MS Kaban turut mengkritik Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan […]
%d blogger menyukai ini: