Kamis, 18 Juli 2024

Jika Ingin Pilpres Berjalan Fair, JK Persilakan Mahfud dan Prabowo Mundur dari Kabinet

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jakarta (Riaunews.com) – Pejabat publik yang ikut kontestasi di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 seharusnya mundur dari jabatannya untuk menghindari konflik kepentingan.

Namun faktanya Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan, demikian juga dengan Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD yang hingga kini masih menjabat Menko Polhukam.

Hal ini pun disinggung Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla alias JK dalam program Karni Ilyas yang disiarkan tvOne dengan tema “Manuver King Maker Jusuf Kalla di Pusaran Pilpres 2024,” pada Jumat malam (19/1/2024).

JK menceritakan pengalamannya yang mundur dari Kabinet Gotong Royong jelang Pilpres 2004 bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu JK menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), sementara SBY menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

“Kalau zaman saya dulu 2004 bersama Pak SBY kita fair, keluar dulu dari pemerintahan, baru mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres,” ungkap JK.

Politikus senior Partai Golkar itu pun berharap langkahnya itu bisa ditiru Mahfud MD dan Prabowo Subianto. Sebab jika berkontestasi namun masih berada di kabinet, hal ini bisa menimbulkan ketidakharmonisan.

“Jadi menurut saya, siapa yang jadi calon, keluar dulu dari pemerintahan bukan cuti,” pungkas JK.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *