Selasa, 6 Desember 2022

Kursi Pimpinan DPRD Pekanbaru Ditarik Karena Nunggak Rp800 Juta

Kursi pimpinan DPRD Pekanbaru dan sejumlah fasilitas lainnya ditarik vendor karena menunggak Rp800 selama 2 tahun. (foto: istimewa)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah fasilitas milik DPRD Pekanbaru, Riau, ditarik vendor pengadaan barang dan jasa. Barang-barang itu ditarik karena tunggakan kepada vendor hingga Rp 800 juta.

Dari foto yang diterima detikcom, terlihat beberapa orang menarik fasilitas di kantor wakil rakyat. Fasilitas yang ada seperti kursi paripurna pimpinan DPRD, TV, hingga papan nama dari masing-masing fraksi di DPRD.

Koordinator pengadaan barang dari pihak vendor, Hendrik, tak menampik penarikan fasilitas yang ada di kantor DPRD Pekanbaru di Jalan Sudirman. Sebab, tidak ada kabar kapan barang akan dibayar.

“Iya (fasilitas ditarik). Ini karena di situ ada tunda bayar 10 paket, nilainya Rp 800 juta,” kata Hendrik usai menarik barang di DPRD Pekanbaru, Senin (27/12/2021), yang dilansir Detikcom.

Hendrik mengaku menarik barang-barang di DPRD Pekanbaru karena merasa sudah dipermainkan. Sebab, pekerjaan itu sudah dituntaskan, tapi tidak kunjung dibayar.

“Saya merasa dipermainkan, ya saya tarik semua. Ada TV, kursi pimpinan DPRD dan papan nama fraksi partai. Semua itu udah dikerjakan, tidak dibayar,” katanya.

Kekesalan Hendrik memuncak karena ada vendor yang dibayar lebih dulu. Sedangkan Hendrik yang telah lebih dulu mengerjakan ditunda pembayarannya oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pekanbaru, Badria Rikasari.

“Saya tidak tahu kenapa Sekwan tidak mau teken itu. Itu anggaran 2020 lalu, itu proyek ada yang Rp 50- 100 jutaan yang ditotalkan semua jadi Rp 800 jutaan,” katanya.

Terakhir, Hendrik mengatakan sudah terjadi 2 kali penundaan bayar sejak pekerjaan dituntaskan pada 2020. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini yang banyak kesusahan.

“Tidak mungkin 2 tahun tunda bayar. Maka tadi kita tarik semua karena tidak dibayar, apalagi sekarang semua terdampak COVID kan,” katanya.***

Tinggalkan Balasan