Mau Gunakan Vaksin Kedaluwarsa, Kemenkes Tunggu BPOM

AstraZeneca bantah vaksin Covid-19 mereka mengandung bahan babi.

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menunggu hasil evaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait bisa atau tidaknya vaksin virus corona yang sudah kedaluwarsa untuk kemudian tetap digunakan.

Hal ini merespons temuan sekitar 5.000 dosis vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa di NTT belakangan ini. Sebelumnya, pada awal November, Kemenkes juga telah menerima laporan sebanyak 4.000 lebih vaksin Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kedaluwarsa.

“Mengenai apakah bisa digunakan atau tidak itu kita tunggu hasil evaluasi BPOM ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/11/2021).

Nadia melanjutkan, ribuan dosis vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa itu sampai saat ini masih berada di pemerintah daerah masing-masing dan dipastikan belum digunakan. Merespons temuan itu, Nadia meminta agar pemerintah daerah lebih berhati-hati pada kesiapan logistik vaksinasi.

Nadia sekaligus mendorong agar seluruh pemerintah daerah baik yang berada di level provinsi maupun kabupaten/kota untuk tidak menunda-nunda program vaksinasi virus corona di daerahnya masing-masing.

Menurutnya, program vaksinasi nasional tak lain adalah untuk memberikan proteksi tambahan bagi warga negara Indonesia agar tidak rentan terpapar Covid-19. Selain itu, upaya pemerintah untuk mendapatkan stok vaksin Covid-19 yang terbatas di dunia bukanlah sebuah hal yang mudah.

“Kita berharap ini jadi pembelajaran bagi daerah lain untuk lebih hati-hati dalam mengelola logistik vaksin. Percepat laju vaksinasi supaya vaksin segera digunakan secara optimal,” ujarnya.

Kemenkes per Jumat (12/11) Pukul 12.00 WIB mencatat setidaknya 129.089.388 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 82.818.492 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 61,98 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 39,77 persen.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Gubernur Sumbar Resmikan Gedung Perantau Kacang Solok di Pekanbaru

Sab Nov 13 , 2021
373 Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi meresmikan gedung sekretariat Ikatan Keluarga Kacang (IKKA) Cabang Pekanbaru di Kelurahan Tangkerang […]
%d blogger menyukai ini: