Kamis, 30 Mei 2024

Media Singapura Sebut Gestur ‘Songong’ Gibran di Debat Cawapres Sukses Membuat Suaranya Merosot

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Banyak kalangan menilai gestur Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka terlihat ‘songong’ saat berdebat dengan Cawapres nomor urut 03 Mahfud MD.

Jakarta (Riaunews.com) – Sejumlah media asing menyoroti pernyataan hingga gimik calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dalam debat keempat pemilihan presiden (pilpres) Indonesia, Ahad (21/1/2024).

Media Singapura, Channel NewsAsia (CNA), menuliskan sikap Gibran yang “songong” terhadap lawannya dalam debat sukses membuat suaranya merosot.

Dalam artikel berjudul “Dent in public hype over Indonesia VP candidate Gibran after ‘rude’ gesture against opponent in live debate”, CNA mewartakan bahwa warganet RI tak senang dengan sikap Gibran kala mendebat cawapres nomor urut 3, Mahfud MD.

Gibran saat itu bertanya kepada Mahfud mengenai strategi untuk mengatasi greenflation. Greenflation adalah kondisi inflasi akibat kenaikan harga bahan mentah dan energi buntut transisi hijau.

Mahfud pun menjawab bahwa greenflation berhubungan dengan ekonomi hijau di mana sebuah proses pemanfaatan produk ekonomi dengan didaur ulang bukan dibuat baru.

“Jadi bukan barang itu dibiarkan untuk mengganggu ekologi,” kata Mahfud.

Sambil berpura-pura mencari sesuatu, Gibran membalas Mahfud dengan berujar, “Saya lagi nyari jawabannya Prof Mahfud, saya nyari-nyari di mana ini jawabannya? Kok enggak ketemu jawabannya.”

Sikap Gibran ini pun mendapat kecaman warganet karena dianggap tidak sopan terhadap Mahfud yang usianya jauh lebih tua dari Gibran dan memegang jabatan yang jauh di atas Gibran.

Mahfud MD berusia 66 tahun dan merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI. Sementara Gibran 36 tahun dan menjabat Wali Kota Solo.

Gibran menjadi cawapres termuda di antara pesaingnya, termasuk cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang berusia 57 tahun.

Hal ini terjadi karena Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan seseorang yang berusia di bawah 40 tahun bisa mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden, dengan syarat sedang atau pernah menduduki jabatan negara termasuk kepala daerah.

Putusan MK pada 16 Oktober itu sempat memicu protes hebat karena dinilai politis. Pasalnya, ketua MK saat itu dijabat oleh Anwar Usman yang merupakan ipar ayah Gibran, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lebih lanjut, reaksi netizen terhadap sikap Gibran dalam debat kali ini disebut CNA “sangat kontras” dengan omongan netizen usai debat cawapres pada 22 Desember lalu.

Kala itu, Gibran meraup sentimen positif karena dinilai mampu berdebat dengan penuh bobot, berbeda dengan citra yang dia gambarkan selama ini.

“Pengguna X mengkritik Gibran karena berusaha terlalu keras untuk menjadi ‘savage’ selama debat. Warganet dilaporkan mengatakan bahwa Gibran gagal dan justru terlihat ‘songong’, bahasa gaul Indonesia untuk sikap kasar. Baik ‘savage’ dan ‘songong’ kemudian muncul sebagai trending topic di X,” tulis CNA, Senin (22/1).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *