Sabtu, 28 Mei 2022

Mengaku Penguasa Wilayah, Danrem Surya Kencana Datangi Habib Bahar, Ada Apa?

Komandan Korem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi mendatangi kediaman Habib Bahar Bin Smith.

Bogor (Riaunews.com) – Viral di media sosial pondok pesantren milik penceramah Habib Bahar bin Smith didatangi anggota TNI.

Dalam video itu, Habib Bahar sempat emosi karena heran dengan tujuan kedatangan sejumlah prajurit TNI. Video itu salah satunya muncul di media sosial Twitter dan YouTube.

Dilihat dari sebagian video itu tampak Habib Bahar yang mengenakan kaos putih berjaket sweater meladeni seorang perwira tinggi TNI. Diduga perwira tinggi atau pati TNI itu Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kancana Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi.

Baca Juga:

“Saya punya prinsip, bapak punya prinsip. Kita hidup dengan prinsip,” kata Habib Bahar dikutip dari video tersebut pada Jumat (31/12/2021).

Perwira TNI itu diduga meminta Habib Bahar untuk datang ke Polda Jawa Barat dalam rangka diminta keterangan. Habib Bahar pun menjawab dirinya pasti datang karena sebagai warga negara yang baik.

“Kalau saya bukan warga negara yang baik. Saya sudah pergi. Saya sudah kabur. Ini nggak. Saya laki-laki. Setiap ada masalah pasti saya hadapi,” ujar Habib Bahar.

Perwira TNI itu meminta Habib Bahar agar menjaga kalimatnya dalam ceramah. Sebab, tidak semua orang setuju dengan maksud penceramah berambut panjang tersebut.

Habib Bahar menegaskan setiap ceramah dirinya selalu menjaga kalimat. Dia lalu bertanya tujuan perwira TNI dan sejumlah anggota TNI mendatanginya.

“Sekarang saya tanya urusannya ada apa?” kata Habib Bahar.

“Saya hanya menyampaikan pesan. Dari saya selaku penguasa wilayah,” ujar perwira TNI itu.

Habib Bahar menanggapinya. Dia menyarankan kalau mau datang ke ponpesnya dengan tujuan baik maka akan disambutnya.

“Kami rakyat. TNI itu lahir dari rakyat,” tuturnya.

Dalam video, perwira TNI itu juga sempat mengatakan bila Habib Bahar tak memenuhi panggilan pemeriksaan, maka akan dijemput paksa.

Namun, Habib Bahar menjawab dalam proses hukum yang berhak menjemput polisi, bukan TNI.

“Loh urusan bapak apa mau jemput? Yang jemput polisi pak bukan bapak,” ujar Habib Bahar.

Perwira TNI itu mengatakan Habib Bahar dinilai provokatif dalam ceramahnya. Bahkan dia dianggap merendahkan nama baik seseorang dan institusi. Diduga maksud perwira TNI itu terkait ceramah Habib Bahar yang menyindir Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

“Menghina perseorangan, menghina mungkin harga (diri) baik institusi dan kehormatan,” kata perwira TNI itu. Habib Bahar kembali menjawab dengan nada meninggi.

“Tugas saya ceramah, tugas Dudung harusnya jangan utak utik masalah agama, akhirnya mensifati tuhan dengan sifat manusia,” ujar Habib Bahar.

Kemudian, Habib Bahar sempat berteriak dari kejauhan agar TNI tidak perlu menakut-nakuti rakyat.

“Jangan takut-takuti masyarakat Pak. Nggak ada urusan,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Jabar telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Habib Bahar untuk dimintai keterangannya terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Habib Bahar rencananya akan diperiksa pada Senin, 3 Januari 2022.

“Penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada saudara BS (Bahar Smith),” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jumat, 31 Desember 2021.***(VIVA)

Tinggalkan Balasan