Senin, 15 Juli 2024

Mengenal Hizbullah, Kekuatan Tempur Arab Pertama yang Mampu Mengalahkan Israel

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Milisi Hizbullah dikenal sebagai pasukan yang mampu memukul mundur militer Israel dari Lebanon.

Beirut (Riaunews.com) – Milisi Hizbullah Lebanon disebut-sebut menjadi kekuatan tempur Arab pertama yang mengalahkan tentara Israel.

Robert Inlakesh, jurnalis dan penulis yang mengkhususkan pada tinjauan geopolitik timur tengah dari PC, menyebut Hizbullah dianggap sebagai ancaman nyata bagi Israel jika terjadi perang skala penuh lintas batas teritorial.

Inlakesh menjelaskan, Hizbullah secara luas kerap disalahpahami sebagai kekuatan proksi Iran.

Meski begitu, partai ini merupakan respons organik Lebanon terhadap pendudukan dan invasi Israel pada tahun 1982.

“Hizbullah kini telah berkembang menjadi kekuatan militer penuh,” tulis ulasan Inlakesh.

Dipimpin oleh orator ulung, Seyyed Hassan Nasrallah, pelopor Hizbullah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, kelompok Perlawanan Lebanon tersebut diyakini memiliki ratusan ribu rudal.

“Sejumlah besar (rudal) yang tidak diketahui (publik) di antaranya merupakan amunisi berpemandu presisi modern,” kata Inlakesh.

 

Perang Agresi Israel

Dikutip dari Tribunnews.com, pada tahun 1982, Israel melancarkan perang agresi terhadap Lebanon, dengan tujuan membubarkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang bermarkas di Ibu Kota Lebanon, Beirut.

Menyusul serangan brutal militer Israel, yang mengakibatkan kematian sekitar 20.000 warga Palestina dan Lebanon, sebagian besar adalah warga sipil, tujuan dari misi agresi Tel Aviv tercapai dan kepemimpinan PLO terpaksa keluar dari negara tersebut.

Namun, yang terjadi selanjutnya bukanlah penarikan sederhana tentara penyerang dari wilayah Lebanon, malah sebaliknya.

“Karena tidak ada lagi yang membela mereka, pasukan Israel menggunakan milisi Kristen sekutunya untuk melakukan pembantaian, terutama terhadap pengungsi Palestina dan Syiah Lebanon, kasus yang paling terkenal adalah pembantaian di kamp Sabra dan Shatila. Selain itu, Israel memutuskan untuk menduduki wilayah selatan Lebanon secara ilegal,” kata Inlakesh.

 

Hizbullah Bermakna The Party of God

Pembantaian yang mengerikan dan pendudukan ilegal di wilayah Lebanon kemudian melahirkan gerakan baru, Hizbullah, yang dalam bahasa Inggris berarti Party of God, ‘Partai Allah’.

Hizbullah Lebanon menjadi terkenal sebagai kelompok perlawanan, merekrut anggotanya dari komunitas Muslim Syiah yang terpinggirkan secara ekonomi dan mewakili mayoritas Syiah Lebanon.

Popularitas Hizbullah di Lebanon kemudian menyalip gerakan lainnya di negara tersebut, Amal Movement dalam hal tingkat penerimaan warga Lebanon terhadap sebuah gerakan.

Pada tahun 2000, setelah lebih dari 15 tahun perjuangan bersenjata melawan pasukan pendudukan ilegal, Hizbullah membuat sejarah dengan memaksa Israel mundur dari sebagian besar wilayah selatan Lebanon, kecuali wilayah Peternakan Shebaa yang diduduki.

 

Pukul Mundur Israel

Pada tahun 2006, setelah pasukan elite Hizbullah melakukan operasi militer lintas batas, menangkap dan membunuh sejumlah tentara Israel, dengan tujuan menukarkan tawanan tersebut dengan tahanan politik Lebanon dan Palestina, Israel sekali lagi menginvasi Lebanon.

Namun, Hizbullah mengejutkan dunia dengan menjadi kekuatan tempur Arab pertama yang berhasil mengalahkan tentara Israel dalam perang.

“Kelompok ini mengejutkan Israel dengan jenis senjata baru yang belum diketahui ada di gudang senjata Hizbullah, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian besar pada pasukan penyerang sehingga mereka terpaksa mundur dari wilayah Lebanon sekali lagi,” kata Inlakesh dalam ulasannya di PC.

Dia menjelaskan, sejak tahun 2006, tentara Israel tidak pernah berani kembali menginvasi Lebanon karena takut akan dampaknya.

 

Kekuatan Militer

Pada tahun 2022, Seyyed Hassan Nasrallah mengungkapkan kalau sayap bersenjata Hizbullah mempertahankan pasukan darat yang siap tempur setidaknya 100.000 orang.

Pemimpin partai tersebut menetapkan, jumlah tersebut tidak termasuk pasukan milisi sekutu dan unit Pasukan Khusus kelompok tersebut, yang dikenal sebagai Pasukan Radwan.

Sampai sekarang, jumlah sebenarnya persenjataan roket dan rudal Hizbullah tidak diketahui dan hanya berdasarkan perkiraan kasar.

Sejak 8 Oktober, pasukan Hizbullah telah terlibat dalam pertempuran sehari-hari di sepanjang wilayah perbatasan Israel utara, setelah melakukan ratusan serangan dengan drone bunuh diri, senjata anti-tank berpemandu, roket dan mortir, serta tembakan penembak jitu.

Ratusan bangunan di permukiman Israel telah rusak akibat amunisi yang ditembakkan dari Lebanon, dan Hizbullah mengklaim telah menimbulkan lebih dari 2.000 korban jiwa terhadap tentara dan pemukim Israel.

“Berbeda dari kelompok bersenjata Palestina yang bermarkas di Gaza, Hizbullah diketahui memiliki kemampuan melakukan serangan terhadap kota-kota Israel yang sebanding dengan kehancuran yang terjadi di Lebanon,” kata Inlakesh.

Jika perang skala penuh pecah antara Lebanon dan Israel, Hizbullah diyakini memiliki kemampuan untuk meratakan seluruh pinggiran kota di kota-kota seperti Haifa dan Tel Aviv.

“Sering digambarkan sebagai tentara proksi Iran, sayap politik kelompok ini terlibat dalam proses demokrasi Lebanon dan memiliki anggota parlemen,” kata sang penulis.

Negara ini juga diatur oleh dewan Syura yang independen dan hubungannya dengan Iran diwujudkan dalam bentuk dukungan finansial dan militer, selain hubungan keagamaan yang erat.

Hizbullah menjalin kontak dekat dengan faksi Perlawanan Palestina dan diyakini telah memberi mereka senjata dan pelatihan, serta dukungan logistik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *