Jumat, 12 Juli 2024

Menghadiri Sidang Umum PBB Jadi Agenda Utama Anies Baswedan Jika Terpilih Jadi Presiden

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan.

Jakarta (Riaunews.com) – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyebut dirinya akan mendatangi Sidang Umum PBB secara langsung dan mengunjungi Palestina jika terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan Anies di gelaran Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) di Jakarta pada Sabtu (2/12/2023). Anies mendapat pertanyaan negara mana yang akan dia datangi jika terpilih sebagai presiden.

Alih-alih menyebut nama negara, Sidang Umum PBB menjadi jawaban pertama Anies untuk pertanyaan tersebut. Menurutnya, kehadiran di acara tersebut bisa menjadi pertemuan dengan berbagai kepala negara dalam satu kesempatan.

“Pertama adalah kembali hadir di dalam sidang umum PBB, kalau hadir di sidang umum PBB maka otomatis melakukan bilateral meetings dengan berbagai kepala negara dalam satu kunjungan,” ujar Anies.

Anies juga menyebut kehadiran di panggung dunia tersebut bukan sekadar kehadiran sebagai penonton, tetapi harus berperan aktif dan membawa gagasan.

Selain Sidang Umum PBB, Anies menyebut dirinya akan mengunjungi negara tetangga. Negara-negara ini, kata dia, adalah sahabat dekat yang harus dijangkau.

“Yang kedua, adalah tetangga-tetangga kita. Tetangga-tetangga kita adalah sahabat terdekat, itu yang harus kita jangkau,” tuturnya.

Kemudian, Anies juga menyebut nama Palestina sebagai negara yang akan dia kunjungi jika terpilih sebagai presiden pada 2024.

“Dan yang ketiga, saya ingin bisa datang ke tanah Palestina,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum PBB selama dua periode menjabat. Jokowi selalu mengirimkan perwakilan mulai dari wakil presiden hingga menteri luar negeri dalam ajang tersebut.

Pada 2020 dan 2021, Jokowi sebetulnya ikut untuk yang pertama kalinya dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut. Namun, saat itu dia tak hadir secara langsung melainkan virtual imbas pandemi Covid-19.

Selain itu, sejauh ini belum ada pejabat dan presiden Indonesia yang pernah berkunjung ke Palestina. Pada 2016, Israel menolak izin over-flight helikopter Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang hendak menuju ke Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Saat itu,Retno hendak melantik Konsul Kehormatan pertama Indonesia di Palestina, Maha Abu-Shusheh, yang berkedudukan di Ramallah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *