Rabu, 17 Juli 2024

Mobil Rombongan Anies Alami Tabrakan Beruntun di Aceh, Begini Kondisinya Sekarang

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Calon Presiden Anies Baswedan melakukan kampanye di Aceh. (Foto: RMOL)

Banda Aceh (Riaunews.com) – Kabar buruk datang dari kubu calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di wilayah Aceh pada, Ahad (17/12/2023).

Dikabarkan mobil rombongan Capres Anies mengalami insiden kecelakaan di Desa Paya Demam Dua, Kemacatan Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh.

Bahkan mobil rombongan Capres Anies ini dikabarkan terjadi kecelakaan secara beruntun.

Dilansir Serambinews, mobil rombongan yang sedang mengawal perjalanan Capres Anies Baswedan ke Kabupaten Aceh Timur, Jalan Nasional Medan-Banda Aceh kawasan Paya Deumam 2, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur

Indra Charismadji selaku Juru Bicara Timnas AMIN (Anies-Muhaimin) membenarkan adanya informasi kejadian mobil rombongan Anies kecelakaan beruntun.

Dengan tegas Indra Charismadji mengatakan semuanya dalam kondisi baik-baiknya.

“Kondisi semua baik-baik saja,” kata Indra saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (17/12/2023).

Saat ditanya soal kondisi Anies, Indra mengatakan kondisi eks Gubernur DKI Jakarta itu baik-baik saja.

“Semua aman infonya,” pungkasnya.

Kampanye Anies di Aceh

Anies Baswedan memulai rangkaian kegiatannya di Aceh dengan menghadiri Maulid Nabi dan Haul ke-3 Habib Muhammad bin Ahmad Al Athas di Masjid Ba’alawi, Aceh Timur.

Kedatangan Anies, yang didampingi oleh Head Coach Timnas AMIN sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali, disambut dengan antusias oleh para jamaah yang memadati halaman Masjid Ba’alawi, dengan lantunan sholawat Badar.

Pada kesempatan tersebut, KH Muhyiddin Junaidi selaku penanggung jawab Ijtima’ Ulama membacakan deklarasi dukungan sebagai bentuk seruan kepada masyarakat Aceh agar mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024.

Respons luar biasa dari jamaah membuat Anies menyampaikan rasa kebahagiaannya terhadap sambutan yang hangat dari masyarakat Aceh.

“Sungguh bersyukur akhirnya bisa betemu kembali dengan masyarakat Aceh,” kata Anies yang disambut gemuruh tepuk tangan oleh hadirin.

Anies menyebut antusiasme masyarakat Aceh menyambut kedatangannya sejak kali pertama sampai, Minggu (17/12/2023) selalu tinggi.

Sambutan hangat itulah yang menjadi salah satu alasan dirinya ingin selalu datang ke provinsi paling barat Indonesia.

“Karena masyarakat Aceh yang bersahabat, hangat, kopinya juga enak sekali. Karena itu kami bersyukur perjalanan yang cukup panjang bisa kami tempuh, walaupun karena itu kami mohon maaf jika waktunya (tiba di tempat acara haul) tidak sesuai dengan yang direncanakan,” ujar dia.

Menurut Anies, Aceh memiliki sejarah yang amat panjang dalam hal kontribusinya untuk bangsa.

Mulai dalam konteks kemerdekaan hingga kekayaan alam yang berlimpah.

“Insya Allah kita akan bersama-sama meneruskan perjuangan orang tua kita di Aceh dulu, karena memang tanah ini penuh dengan catatan itu (perjuangan). Kami datang ke sini juga untuk mengambil teladan dari allahuyarham Habib Muhammad bin Ali Al Athas. Insya Allah kita bisa mengambil hikmah dan meneruskan perjuangan beliau,” tutur Anies.

Anies merasa terpanggil untuk ikut mengembalikan Aceh pada masa keemasannya.

Menurutnya, daerah yang dikenal dengan Serambi Mekkah itu harus bangkit dan keluar dari catatan kurang baik sebagai salah satu provinsi termiskin di Pulau Sumatera.

“Mudah-mudahan Aceh adalah bagian yang menginginkan perubahan untuk Indonesia, karena kita menyakini keadaan sekarang bisa jauh lebih baik. Aceh harus kembali jaya seperti dahulu dan Aceh yang bisa dinikmati oleh semuanya, bukan sebagian,” jelas Anies.

Capres yang diusung Nasdem, PKS, dan PKB itu menegaskan bahwa Indonesia ke depan harus memberikan keadilan bagi semua.

Daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam harus memastikan masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan.

“Dan Aceh salah satu yang merasakan dampak dari tidak adanya keadilan dari kebijakan. Padahal masyarakat harus merasakan kemakmuran dari kekayaan alam yang kita injak ini. Karena itu perubahan sangat diperlukan, dan perubahan membutuhkan kewenangan,” ujar Anies.

Menurut Anies, perubahan tidak cukup dengan kekuatan massa saat demo, tapi memerlukan kewenangan.

Adapun momentum yang pas untuk melakukan perubahan dari kewenangan tersebut adalah saat pemilihan presiden pada 14 Februari tahun depan.

“Ada beberapa pilihan (saat Pilpres 2024), tapi kita harus pilih satu, tidak boleh pilih dua apalagi tiga. Tidak boleh golput. Kita ingin Indonesia ke depan yang memberikan keadilan bagi semua. Doakan agar ikhtiar perubahan ini akan membawa Indonesia adil makmur bagi semua,” tandas Anies.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *