Senin, 8 Agustus 2022

Penghuni Rumah di Bengkalis Menangis Karena Rumahnya Dikelilingi Harimau

Harimau Sumatera

Bengkalis (Riaunews.com) – Sebuah video beredar yang memperlihatkan seekor Harimau Sumatera tampak mengelilingi pemukiman warga di Desa Tasik Tebing Serai, Kabupaten Bengkalis.

Harimau tersebut sebelumnya berada di kebun kelapa sawit namun malah berjalan memasuki pemukiman warga.

Saat ‘kucing besar’ tersebut mendekati pekarangan warga, terdengar anjing menggonggong serta ayam-ayam bersahutan.

Video yang berdurasi 2 menit 50 detik tersebut awalnya memperlihatkan 3 ekor ayam berlari ke rumah milik warga tersebut dari perkebunan sawit.

Tidak lama kemudian, terlihat seekor harimau yang membuat warga yang merekam kejadian tersebut, menangis ketakutan. Ia berharap agar harimau karena tidak lagi mengelilingi rumah miliknya.

Sementara itu, Plt Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara menyebutkan memang telah terjadi tiga kali kemunculan harimau di sekitar lokasi tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Pertama dengan ditemukannya Indra yang merupakan seorang petani dan pemasang jerat dalam keadaan tewas pada Rabu, (6/4/2022).

Di sekitar lokasi yang sama, anjing milik warga menjadi korban, Sabtu (9/4/2022). Dan yang terbaru terdapat laporan munculnya harimau yang mendekati pondok pekerja kebun.

Ketiga kasus kemunculan harimau tersebut, disebutkan Fifin berada di kawasan konservasi Giam Siak Kecil. Pondok dan perkebunan milik masyarakat berada di kawasan tersebut.

“Semua kejadian ini terjadi di kawasan konservasi, dimana notabenenya memang dibentuk untuk menjaga keberadaan satwa liar yang ada. Kawasan konservasi ditetapkan untuk menjadi habitat satwa dilindungi,” kata Fifin, Rabu (13/4/2022).

Karena permasalahan ini terus berulang, pihaknya memutuskan untuk mengevakuasi harimau tersebut.

“Karena permasalahan ini sudah berulang, kami putuskan untuk melakukan evakuasi. Tim sudah kami berangkatkan dan membawa box strap,” ucapnya.

Namun tentu tak serta merta harimau dapat ditangkap, sebab Fifin mengatakan pihaknya harus mengecek lokasi dimana harimau tersebut lewat dan juga memasang lagi kamera trap.

“Semoga masyarakat di sana dapat bersabar dan bekerja sama untuk menunggu proses evakuasi yang tengah kami lakukan,” ujarnya.

Fifin mengimbau masyarakat sekitar untuk mengandangkan ternak-ternaknya sementara waktu. Sebab hal itu dapat memancing harimau keluar karena ia tengah mencari mangsa.

“Kami tidak bisa memastikan sekarang karena perlu pengamatan. Tak bisa serta merta karena semua harimau punya loreng. Akan kami amati lebih lanjut,” imbuhnya.

“Kerusakan dan penebangan liar dapat mengurangi tempat hidupnya satwa. Sehingga yang terjadi satwa menjadi keluar dari tempatnya. Kami datang untuk menyelamatkan semuanya, masyarakat dan satwa,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan