Rabu, 17 Agustus 2022

Polisi beberkan kronologi baku tembak antar polisi. Apa yang terjadi selama tiga hari di rumah Irjen Ferdy Sambo?

Rumah Penembakan
Rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. (Sumber: Kompas.com)

Jakarta (Riaunews.com) –  Baku tembak antara dua anggota Porli, yakni Brigadir J dan Bharada E, di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo,  di Kompleks Polri Daerah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Barat, Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB, mengundang banyak kotroversi.

Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat selaku pramudi dan orang yang ditugaskan mengamankan istri Kadiv Propam, tewas dalam peristiwa itu. Namun, polisi baru membeberkan insiden mencekam tersebut  Senin siang. Ada jeda tiga hari sejak kejadian hingga kasus tersebut mencuat ke publik. Berikut Kronologis seperti dirilis  Kompas.com edisi 15 Juli 2022.

Jumat, 8 Juli 2022

1. Terdengar suara letusan Ketua RT setempat,

Seno Sukarto menjadi orang pertama yang membeberkan detik-detik baku tembak secara terperinci di rumah Polri bintang dua itu. Pernyataan yang diutaran Seno hasil dari laporan sekuriti. Menurut Seno, sekuriti mendengar suara letusan pada Jumat, sore. Namun, sekuriti mengira itu hanya suara petasan. Apalagi di saat bersamaan, sebagian umat muslim merayakan momen malam takbir Idul Ahda.

Seno mengemukakan, selama ini, kompleks Polri atau tempat tinggal itu kerap merayakan momen hari besar dengan memasang petasan. “Suara itu lebih dari satu kali atau dua kali,” kata Seno saat ditemui pada Rabu (13/7/2022). Seno mengatakan, selama momen-momen penting petasan selalu dipasang di lapangan yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari rumah dinas Ferdy Sambo.

“Itu (suara petasan saat jelang hari besar) biasa. (Petasan) saya taruh di pos saya bilang, sudah untuk diledakkan, sehingga sekitar masyarakat sekitar kompleks pada lihat,” ucap pensiunan Polri dengan pangkat terakhir inspektur jenderal (irjen) itu.

2. Kedatangan polisi

Pria pensiunan Polri dengan pangkat terakhir mayjen itu juga mengungkapkan bahwa ada sejumlah anggota polisi datang ke rumah Ferdy Sambo. Anggota polisi itu datang hanya berselang beberapa jam dari suara letusan yang didengar oleh sekuriti.

Kedatangan mereka juga terpantau oleh sekuriti. “Ya rata-rata anggota. Itu katanya satpam loh. Saya hanya telepon saja. Saya tanyai satpam aja, bagaimana dan ada apa,” ujar Seno.

Seno mengaku sempat menegur sekuriti karena tak menayakan alasan kedatangan sejumlah anggota Polri ke rumah Ferdy Sambo. Namun, kata Seno, sekuriti itu mengaku takut dan khawatir salah apabila menanyakannya. “Memang satpam juga saya tanya, ‘kamu kok tidak mau periksa?’. Mereka takut salah. Jadi dia juga takut,” ucap Seno.

Seno tak mengetahui pasti waktu jenazah Brigadir J dibawa oleh polisi dari dalam rumah Ferdy Sambo, termasuk kedatangan ambulans. “Tidak tahu (proses membawa jenazah terekam CCTV atau tidak). Ambulans datang ke sini juga saya tidak nangkap. Tidak tahu (jenazah Brigadir J) dibawa pakai apa,” kata Seno.

Sabtu, 9 Juli 2022. Dekoder CCTV diganti polisi

Seno mengaku merasa tersinggung dengan peristiwa baku tembak yang tak dilaporkan dan kedatangan sejumlah polisi tanpa seizinnya. “Tidak ada (laporan), belum ada. Bahwa dia (Polri) datang ke sini melakukan pemeriksaan, itu istilahnya kulo nuwun juga tidak ada sama sekali,” ucap Seno.

Kemarahan Seno memuncak setelah mengetahui bahwa beberapa polisi juga mengganti dekoder kamera CCTV yang berada di pos sekuriti kompleks perumahan tersebut. Menurut Seno, proses penggantian dekoder itu juga dilakukan tanpa seizinnya. Ia lagi-lagi mengetahui itu atas laporan dari sekuriti.

“Maksudnya itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo, tapi alat (dekoder) CCTV yang di pos. Itu (diganti) hari Sabtu, saya tahu hari Senin. Iya (polisi) tidak pakai seragam,” kata Seno.

Seno mengatakan, ia tidak mengetahui pasti alasan polisi mengganti dekoder kamera CCTV yang posisinya berada di pos kompleks Polri tersebut. “Sampai sekarang saya ketemu aja (polisi yang mengganti) juga tidak. Terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini jenderal loh, meskipun RT,” ucap Seno.

Senin, 11 Juli 2022, Polisi ungkap kasus

Tiga hari setelah kejadian itu, Polisi baru mengungkap kasus baku tembak antara dua ajudan Ferdy Sambo yakni, Brigadir J dan Bharada E. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, baku tembak terjadi karena J diduga sempat melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Ferdy Sambo.

“Itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar,” kata Ramadhan, Senin. Saat kejadian itu, Ramadhan mengatakan, Ferdy tidak sedang di rumah. Ferdy mengetahui peristiwa itu setelah mendapat telepon dari istrinya.

“Pak Kadiv Propam langsung menelepon Polres Jakarta Selatan dan Polres Jakarta Selatan melakukan olah TKP,” ujar Ramadhan. Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi mengatakan, alasan kasus tersebut baru dibeberkan karena kesibukan jelang Idul Adha, termasuk awal media.

“Mungkin teman-teman pada saat itu karena malam Idul Adha. Karena ada sebagian hari Sabtu sudah merayakan sehingga teman-teman (wartawan) mungkin banyak konsen ke Idul Adha jadi tidak konsentrasi ke polres, padahal polres sedang melakukan olah TKP,” kata Budhi, Selasa (12/7/2022).

 

Tinggalkan Balasan