Rabu, 10 Agustus 2022

Rivalitas Liverpool vs Manchester City Ketat Hingga Laga Terakhir, Bukti Liga Inggris Terbaik?

Persaingan antara Liverpool dan Manchester City untuk memperebutkan titel juara Liga Premier Inggris musim 2021/2022 sengit hingga laga terakhir. (Ilustrasi: Tribunnews)

Jakarta (Riaunews.com) – Liga Inggris kembali memberikan persaingan sengit dalam perburuan gelar juara yang melibatkan Liverpool dan Manchester City hingga akhir musim.

Pada Ahad (22/5/2022) akan jadi pekan ke-38 yang merupakan penentu juara kasta tertinggi sepak bola negeri Ratu Elizabeth itu. Hanya dua calon juara untuk Liga Inggris musim ini, Liverpool dan Manchester City.

Seperti biasa, Premier League memunculkan sejumlah calon pemenang sejak awal musim, termasuk Chelsea dan Manchester United.

Akan tetapi hanya Liverpool dan Man City yang mampu menjaga konsistensi sampai pengujung musim kompetisi.

Hingga pekan ke-37, Man City masih menduduki singgasana puncak klasemen dengan catatan 28 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kali kalah. Sedangkan Liverpool yang berada di posisi kedua sudah mengemas 27 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 2 kali kalah.

Dengan perolehan 90 poin oleh Man City dan 89 angka dari Liverpool plus satu laga sisa untuk kedua tim, maka gelar juara Liga Inggris harus ditentukan pada akhir pekan ini.

Selain meraih poin terbanyak, The Citizens dan Liverpool pun tercatat menjadi kubu yang paling produktif dalam mencetak gol. Man City membukukan 96 gol dan 24 kebobolan, sementara The Reds menggoreskan 91 gol dan 25 kebobolan.

Dilansir CNN Indonesia, rivalitas sengit Man City dengan Liverpool hingga akhir musim bukan terjadi pada kali ini.

Liverpool dan Man City pertama kali bersaing ketat pada musim 2013/2014 ketika Man City masih ditangani Manuel Pellegrini sementara Liverpool ditukangi Brendan Rodgers.

Liverpool yang kala itu sedang menanti gelar Premier League pertama dalam sejarah klub, harus menerima kenyataan pahit melepas trofi juara ke Manchester City. Momen absurd terpelesetnya Steven Gerrard dianggap menjadi salah satu penyebab kegagalan The Reds merengkuh juara.

Kondisi serupa kembali terulang pada musim 2018/2019. Tiga tahun lalu, The Citizens keluar sebagai juara dengan selisih satu angka (98 poin) dengan Liverpool (97 poin). Ini menjadi momen pertama persaingan Jurgen Klopp dan Pep Guardiola.

Lagi-lagi, Man City dan Liverpool harus kembali bersaing menuju panggung juara hingga detik-detik akhir. Skenario ini sekaligus menjadi tanda bahwa Premier League masih jadi turnamen paling sengit di antara lima liga top Eropa.

Pada musim ini Paris Saint-Germain (PSG) memastikan status juara Ligue 1 sejak April lalu. Hal senada juga dialami Bayern Munchen yang menjuarai Bundesliga 10 musim berturut-turut.

Real Madrid pun resmi menambah titel La Liga ke-35 mereka musim ini dengan dominan. El Real meninggalkan Barcelona di peringkat kedua dengan selisih 12 poin.

Hanya Liga Belanda yang kini memiliki tingkat persaingan tinggi di musim 2021/2022. Ajax Amsterdam sukses memastikan gelar juara di pekan terakhir dengan selisih dua poin dari PSV Eindhoven.

Liga Italia pada musim ini juga berjalan ketat hingga akhir musim. Namun pamor Serie A dalam beberapa musim belakang tidak setara Liga Inggris.

Torehan Manchester City dan Liverpool pada musim ini menunjukkan cuma dua tim tersebut yang konsisten berburu gelar juara.

Bandingkan dengan Chelsea yang berada di peringkat ketiga tetapi hanya mencatat 74 gol dan 32 kali kebobolan, atau Tottenham Hotspur yang mencetak 64 gol dan 40 kali kebobolan sebagai penghuni posisi keempat.

Perbedaan gol pada tim empat besar klasemen membuktikan Man City dan Liverpool sama-sama layak menjadi calon kuat juara.

Pekan terakhir Liga Inggris nanti bukan sebatas duel demi trofi Premier League, tetapi juga gengsi antara Liverpool dan Man City.

Liverpool sedang merajut asa meraih gelar quadruple jika menjuarai Premier League dan Liga Champions setelah menyabet gelar FA Cup serta Piala Liga Inggris.

Sementara Man City yang kembali gagal juara Liga Champions, ingin menjaga kepercayaan penggemar dengan memenangkan titel keenam era Premier League.

Pada matchday ke-38 nanti Man City menjamu Aston Villa di Etihad, Minggu (22/5), sedangkan Liverpool menjamu Wolverhampton Wanderers di Anfield.

Liverpool bisa lebih diuntungkan untuk perebutan gelar juara Liga Inggris nanti. Pasalnya, di skuad Villa nanti terdapat ‘darah-darah’ Liverpool yang bisa membantu Villa menjegal Man City.

Villa kini dilatih Steven Gerrard, legenda hidup Liverpool yang tidak pernah merasakan trofi Premier League, serta Philippe Coutinho yang memiliki musim apik di klub asal kota pelabuhan itu.

Tim tamu boleh jadi ingin mengakhiri musim dengan apik, tanpa kekalahan. Namun di luar itu semua Gerrard dan Coutinho diyakini akan ‘habis-habisan’ demi menjegal tuan rumah dan membantu Liverpool juara.

Apabila Liverpool menang atas Wolves, sedangkan Man City ditahan Villa, tim asuhan Jurgen Klopp itu akan jadi juara.

Sebaliknya, Man City akan juara sekalipun dengan hasil imbang jika Liverpool juga ditahan Wolverhampton.***

Tinggalkan Balasan