Rabu, 27 September 2023

Seismolog Hoogerbeets Peringatkan Gempa Besar 8 SR Dapat Terjadi di Indonesia Maret Ini

Frank Hoogerbeets.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Nama seismolog Belanda Frank Hoogerbeets mendadak terkenal di dunia usai memprediksikan gempa besar Turki hingga Suriah.

Kali ini dia kembali memperingatkan bahwa dunia dapat menghadapi gempa besar dalam beberapa hari mendatang.

RT melaporkan, Hoogerbeets, yang memprediksi gempa dahsyat di Turki dan Suriah pada bulan lalu, membuat ramalan berdasarkan pergerakan benda langit.

Dalam video yang diposting di YouTube pada Senin (27/2/2023), Hoogerbeets memperingatkan bahwa minggu pertama bulan Maret akan menjadi sangat kritis.

Konvergensi geometri planet kritis sekitar 2 dan 5 Maret dapat mengakibatkan aktivitas seismik besar hingga sangat besar, bahkan mungkin gempa dorong besar sekitar 3 dan 4 Maret dan/atau 6 dan 7 Maret,” ungkap video itu.

Seismolog itu selanjutnya mengklaim bahwa kekuatan gempa bisa melebihi 8 magnitudo.

Daerah yang terkena dampak dapat membentang ribuan kilometer, dari Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril di Timur Jauh Rusia, hingga ke Filipina dan Indonesia.

“Saya tidak melebih-lebihkan. Saya tidak mencoba menciptakan rasa takut. Ini peringatan,” tegas ilmuwan yang bekerja di Solar System Geometry Survey (SSGEOS).

Sementara itu, Kepala Cabang Kamchatka dari Survei Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Danila Chebrov, mempertanyakan prediksi Hoogerbeets dan menggambarkannya sebagai “amatir”.

“Hubungan antara pergerakan planet di tata surya dan aktivitas seismik di Bumi agak lemah, dan menggunakannya sebagai alat prognostik utama bermasalah,” terangnya.

Pada 3 Februari lalu, Hoogerbeets menuliskan tweet yang menghebohkan jagad maya.

“Cepat atau lambat akan ada gempa berkekuatan 7,5 SR di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon),” cuitnya.

Tiga hari kemudian, gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki dan Suriah. Bencana tersebut telah menyebabkan kematian lebih dari 50.000 orang, dengan gempa susulan yang kuat berlanjut di wilayah tersebut hingga hari ini.

Seismolog Belanda Hoogerbeets telah membuat prediksi selama bertahun-tahun yang tidak menjadi kenyataan. Mengomentari prediksinya awal bulan ini, Susan Hough dari Survei Geologi AS bersikeras bahwa tidak ada ilmuwan yang pernah meramalkan gempa bumi besar.

Hough mengatakan kepada NPR bahwa ramalan tepat untuk gempa di Turki dan Suriah hanyalah kebetulan.

“Ini jam berhenti yang benar dua kali sehari, pada dasarnya,” katanya.***

Sumber: Okezone

Tinggalkan Balasan