Jumat, 1 Juli 2022

Sejumlah Pihak Sayangkan Ketua PBNU Masa Bodoh Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Gus Umar Ngucap: Astagfirullah Pak Yahya

Yahya Cholil Staquf
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) seolah bersikap masa bodoh dengan tidak mempermasalahkan pengibaran bendera LGBT oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta.

Menurut Gus yahya, hal tersebut bukan urusan organisiasi PBNU.

“Silakan urusan mereka, bukan urusan kita,” ucap Gus Yahya usai mengisi sambutan Konbes NU 2022, di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Menanggapi hal tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau disapa Gus Umar mengaku terkejut dengan sikap Ketum PBNU.

“Astagfirullah pak Yahya,” tulisnya melalui akun twitter @UmarChelsea pada Ahad (22/5/2022).

Gus Umar mempertanyakan, jika semua kedubes yang ada di Indonesia mengibarkan bendera LGBT apakah diperbolehkan oleh Gus Yahya.

“Jadi kalau semua kantor kedubes yang ada di Indonesia kibarkan bendera LGBT, bapak juga akan bilang silahkan, bukan urusan kita. Speechles,” ungkap Gus Umar.

Senada dengan Gus Umar, Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad menyayangkan statemen Ketum PBNU, Yahya Staquf, merespon kelakuan Kedubes Inggris.

“Justru saya menyayangkan statemen Ketum PBNU, Yahya Staquf, yang bersikap masa bodoh. Dengan segala respek saya kepada Gus Ketum, sikap bodoh terhadap LGBT tidak sesuai dengan salah satu alasan berdirinya NU, yaitu amar makruf nahi mungkar,” tegas tokoh muda NU ini, Sabtu (21/5/2022).

Wakil Ketua DPRD Jatim ini memaklumi jika ada reaksi keras dari organisasi kemasyarakatan atau organisasi keagamaan terhadap masalah tersebut.

“Sebagai sesama nahdliyin, tentu Gus Ketum faham bahwa LGBT bertentangan salah satu dari lima prinsip utama ‘maqashid al-syari’ah’, yaitu ‘hifdz al-nasl’ (menjaga hak berketurunan). Menurut saya ini adalah masalah prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan,” beber pria yang juga keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan ini.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Dirinya memiliki harapan besar sikap untuk saling menghormati keyakinan masing-masing harus dijaga sekuat tenaga.***

Tinggalkan Balasan