Rabu, 28 September 2022

Sekjen PAN Polisikan Balik Kuasa Hukum Ade Armando Siang Ini

Muannas Alaidid.

Jakarta (Riaunews.com) – Konflik Partai Amanat Nasional (PAN) dengan pengacara Ade Armando, Muannas Alaidid, semakin runcing. Hari ini pihak PAN akan melaporkan balik Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya.

Pihak PAN akan melaporkan Muannas Alaidid setelah pihak Ade Armando melaporkan Sekjen PAN Eddy Soeparno terkait tuduhan ‘penista agama’. Ketua Fraksi PAN Saleh Daulay membenarkan soal rencana laporan pihaknya kepada Muannas hari ini.

“Muannas Alaidid dan kawan-kawan yang bertindak selaku kuasa hukum Ade Armando,” kata Saleh saat dihubungi, Senin (25/4/2022). Saleh menjawab pertanyaan siapa sosok terlapor dalam laporan PAN hari ini di Polda Metro Jaya.

Saleh belum memerinci soal substansi laporannya kepada Muannas Alaidid. Dia mengaku akan membeberkan soal rencana laporan kepada Muannas Alaidid hari ini di Polda Metro Jaya.

“Nanti saja di Polda Metro,” katanya.

Kasus ini berawal saat Ade Armando melalui pengacaranya Andi Windo melayangkan laporan terhadap Eddy Soeparno. Laporan tersebut tercantum dalam nomor LP/B/1990/IV/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal Senin (18/4).

Eddy dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Laporan itu berawal dari cuitan Eddy yang menyinggung soal kasus penista agama.

Saat itu Eddy lewat media sosialnya menyebut inisial AA. Inisial itu diduga mengacu kepada kasus penistaan agama yang menyangkut Nama Ade Armando.

Ade Armando Polisikan Sekjen PAN
Sebelumya Ade Armando melalui kuasa hukumnya Andi Windo melaporkan Sekjen PAN Eddy Soeparno ke polisi terkait tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Ade Armando melaporkan Eddy Soeparno terkait cuitan ‘penista agama’ yang dialamatkan kepadanya.

“Itu tentang pencemaran nama baik, fitnah, terus berita bohong,” jelas Andi saat dihubungi, Selasa (19/4/2022).

“Sudah diterima pihak Polda (laporannya), ini saya pegang tanda terimanya,” sambungnya.

Sebelum melaporkan Eddy, pihak Ade juga melayangkan somasi kepada Eddy. Surat somasi Ade Armando itu dilayangkan ke DPP PAN pada Kamis (14/4). Ada 4 poin keberatan terkait cuitan Eddy.

Berikut ini poin-poinnya:

  1. Bahwa Ade Armando tidak pernah dinyatakan sebagai/berstatus tersangka dari pihak kepolisian terkait laporan dugaan penistaan agama;
  2. Laporan tersebut sudah dinyatakan SP3 oleh Polda Metro Jaya;
  3. Bahwa yang dicuitkan Saudara mendukung tindakan hukum tegas kepada mereka yang menistakan agama dan ulama, termasuk AA, tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa AA sudah diputus bersalah;
  4. Bahwa cuitan saudara mengarah ke dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong/hoax sesuai UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 14 dan Pasal 15. Untuk itu, kami selaku kuasa hukum mengatakan bahwa perbuatan saudara merugikan klien kami dan membahayakan keselamatan baik fisik maupun mental klien kami.

Muanas meminta Eddy menghapus cuitan dan meminta maaf kepada Ade Armando. Jika tidak, ia akan melanjutkan protes dengan melakukan gugatan pidana dan perdata.***

 

Baca Artikel Asli

Tinggalkan Balasan