Senin, 8 Agustus 2022

Soroti Ramalan Mbak Rara Soal Anak Ridwan Kamil, MUI Jabar: Jangan Percaya Dukun!

Rara Isti Wulandari dikenal suka meramal dengan kartu tarot. (Foto: Tribun Bali)

Bandung (Riaunews.com) – Sosok peramal kondang Rara Isti Wulandari kembali jadi sorotan. Ia menuai kecaman publik karena mengungkap ramalan mengerikan terkait Emmeril Khan alias Eril, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Eril diketahui hilang saat berenang di sungai Aare Swiss. Ia terseret arus sungai yang cukup deras dan saat ini masih dalam proses pencarian.

Publik tak henti-hentinya berdoa demi keselamatan Eril. Namun Mbak Rara malah menerawang jika Eril sudah meninggal.

“Apakah Mas Eril nantinya akan ditemukan? Jawabannya ya, nantinya akan ditemukan. Apakah dalam kondisi masih hidup? Sudah meninggal karena di sini ada simbol (yang menunjukkan) kembali ke alam semesta,” seru Rara.

Setelah ramalan itu viral, Ketua MUI Provinsi Jawa Barat Rahmat Syafei ikut buka suara. Ia sangat menyesalkan atas ramalan tersebut dan meminta masyarakat jangan menelan mentah-mentah.

“Tentunya kami juga mendengar banyak komentar yang tidak pada tempatnya. Pernyataan paranormal itu jangan didengarkan lah. Paranormal itu di dalam pandangan agama ialah perdukunan. Mengenai mendengarkan peramalan itu sudah dikeluarkan fatwa, haram,” tegas Rahmat. “Para dukun diberi ruang untuk ber-statement (menyampaikan pernyataan), padahal dalam pandangan agama perdukunan itu tidak boleh.”

Rahmat juga mengingatkan agar masyarakat tidak memperkeruh suasana dan lebih berempati. “Jangan memperkeruh suasana dengan mengomentari pendapat paranormal, seolah membenarkan,” serunya.

Sementara itu, adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman, menyikap ramalan Rara dengan bijak. Ia tak mau mengkritik sesuatu yang bukan kapasitasnya. Yang pasti, Elpi tetap berusaha menghargai pendapat siapapun sebagai bentuk kepedulian terhadap Eril.

“Kami tidak mau memasuki ke dalam hal kami tidak ketahui syariatnya. Kami hanya mengikuti panduan sesuai keyakinan yang kami miliki yaitu akidah dan ajaran Islam,” kata Elpi.

“Memang ini adalah ekspresi, rasa kasih sayang dari berbagai pihak. Kami berterima kasih. Bentuk kasih sayang dan simpati orang ini berbeda, sesuai pengalaman, pengetahuan, dan keyakinannya,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan