Kamis, 18 Agustus 2022

Terkait UAS, Ulama Madura: Gambaran Islamofobia Singapura

Aksi bela UAS atas penolakan oleh Singapura. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Ulama madura menyatakan sikap Singapura yang menolak izin masuk penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) pada pekan lalu adalah gambaran Islamofobia.

Hal tersebut tercantum dalam pernyataan sikap yang terdiri dari para ulama, habaib, kyai dan tokoh masyarakat di Madura.

“Sikap resmi pemerintah Singapura yang disampaikan Ministry Home Affairs [Mendagri] of Singapore yang melakukan pencekalan terhadap UAS sangat menggambarkan Islamofobia negara Singapura,” demikian bunyi pernyataan itu yang dibacakan perwakilan Ulama Madura seperti dikutip kanal YouTube Hai Guys pada Kamis (26/5/2022).

Hal tersebut, kata mereka, telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Anti-Islamofobia. Mereka juga mendesak Kementerian Luar Negeri RI agar proaktif menjaga warga negaranya tak terkecuali UAS yang dianggap sebagai ulama besar.

Selain itu, ulama Madura juga menyayangkan sikap pemerintah Singapura yang dianggap telah mencekal UAS.

“[Insiden tersebut] bisa menimbulkan rasa ketidakadilan di hati warga Indonesia dan selama ini warga negara Singapura sangat bebas keluar masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, UAS menjadi perhatian publik usai mengklaim dirinya dideportasi Singapura. Pernyataan ini, ia sampaikan melalui media sosial Instagram pada Selasa (17/5).

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulisnya di Instagram.

Ia mengaku pergi ke Singapura untuk berlibur bersama keluarga dan sahabatnya. Setiba di negara itu keluarga dan sahabatnya diperkenankan masuk. Namun, seorang petugas menarik UAS. Padahal, kata dia, mereka sudah melengkapi seluruh dokumen.

Menanggapi insiden yang menimpa UAS, KBRI Singapura mengatakan penceramah itu bukan dideportasi melainkan ditolak masuk atau not to land.***

Tinggalkan Balasan