Jumat, 1 Juli 2022

MotoGP Krisis Penonton, Inilah Penyebabnya?

Valentino Rossi merupakan pembalap MotoGP dengan fans terbanyak di dunia.

Jakarta (Riaunews.com) – Data menunjukkan MotoGP mengalami krisis penonton, bahkan berada di titik terendah sepanjang sejarah.

Lalu apa yang menyebabkan MotoGP krisis penonton?

Berdasarkan data Speedweek yang dilansir CNN Indonesia, minat untuk menonton langsung balapan MotoGP ke sirkuit berada di titik terendah sepanjang sejarah. Perbandingan jumlah penonton MotoGP mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan 2019, atau sebelum pandemi Covid-19, ketimbang tiga grand prix musim 2022.

Kehadiran penonton di MotoGP Spanyol, Italia dan MotoGP Catalunya membuktikan krisis penonton di ajang MotoGP telah menjadi kenyataan.

Total hanya ada 74 ribu penonton hadir di Sirkuit Mugello sepanjang akhir pekan balapan MotoGP Italia. Jumlah itu turun drastis dari MotoGP Italia 2019 yang berhasil mendatangkan 139 ribu penonton.

Tren penurunan juga terjadi di MotoGP Spanyol dan Catalunya 2022. Pada 2019 total jumlah sepanjang akhir pekan di GP Spanyol mencapai 151 ribu dibanding tahun ini hanya 123 ribu. Sedangkan di Catalunya 2019 mencapai 158 ribu, sedangkan tahun ini hanya 115 ribu.

Lalu apa yang menyebabkan penonton MotoGP turun drastis?

Jawabannya tentu karena tidak ada sosok pahlawan di barisan pembalap MotoGP 2022.

Jika Anda lihat daftar pemenang di MotoGP musim ini, hanya Aleix Espargaro yang usianya lebih dari 30 tahun. Espargaro pun bukan pembalap yang punya nama besar di MotoGP sebelum musim 2022.

Selebihnya pembalap pemenang seperti Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia atau Enea Bastianini belum memiliki basis penggemar yang besar, mungkin hanya di negara mereka masing-masing.

Jika Anda lihat penonton yang hadir langsung ke sirkuit, bendera warna kuning dan merah masih dominan terlihat di tribune-tribune penonton. Itu artinya lebih dari 50 persen penonton tahu, gemar, dan hadir langsung ke balapan MotoGP karena mereka mengidolakan Valentino Rossi atau Marc Marquez.

Rossi sudah pensiun usai MotoGP 2021, meski begitu penonton yang hadir langsung ke arena balap MotoGP musim ini lebih banyak mengidolakan The Doctor ketimbang pembalap seperti Quartararo, Bagnaia atau Bastianini.

Kondisi semakin memburuk bagi Dorna Sports, selaku pengelola MotoGP, setelah Marc Marqeuz terus-terusan mengalami cedera dan sering absen sejak 2020.

Alhasil MotoGP kehilangan dua pembalap magnet terbesar dalam waktu berdekatan: Rossi dan Marquez.

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta sudah beberapa kali mengungkapkan kesiapan MotoGP ditinggal Valentino Rossi. Toh Rossi pensiun dari MotoGP adalah sebuah keniscayaan.

Tapi Dorna tidak punya rencana menghadapi situasi jika pembalap nomor satu mereka, Marquez, juga cedera dan absen panjang. Marquez merupakan satu-satunya daya tarik terbesar di pentas MotoGP saat ini.

MotoGP memang punya Fabio Quartararo, tapi El Diablo bukan pembalap dengan status superstar global. Itu terbukti MotoGP Prancis 2022 menjadi satu-satunya seri balapan musim ini yang mengalami peningkatan jumlah penonton. Artinya Quartararo masih berstatus local hero.

Sementara sejumlah pembalap Italia seperti Pecco Bagnaia dan Enea Bastianini juga masih berada di bawah bayang-bayang ketenaran Valentino Rossi.

Itu sebabnya jumlah penonton di MotoGP Italia 2022 turun drastis meski Bagnaia dan Bastianini mampu meraih kemenangan musim ini, karena Rossi belum tergantikan di Mugello.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana cara MotoGP kembali meningkatkan jumlah penonton?

Jawabannya hanya waktu bisa ‘menyembuhkan’.

Setiap era MotoGP selalu memiliki pembalap dengan status pahlawan. Pembalap yang mampu menjadi daya tarik banyak penonton di seluruh dunia. Mulai dari Geoff Duke, John Surtees, ke Mike Hailwood, ke Giacomo Agostini, ke Freddie Spencer, ke Mick Doohan, ke Valentino Rossi hingga era saat ini Marc Marquez.

Tapi bisa dibilang MotoGP menghadapi masalah khusus saat ini, yakni regenerasi pembalap dengan status global superstar yang terlambat. Hal itu juga dikarenakan rentang waktu Rossi menjadi idola di MotoGP terlalu lama dibanding legenda-legenda sebelumnya.

Banyak pembalap hebat era MotoGP yang tergerus nama besar Rossi, sebut saja Sete Gibernau, Casey Stoner, Dani Pedrosa, hingga Jorge Lorenzo. Mereka sudah pensiun sebelum VR46 meninggalkan MotoGP.

Dorna sepertinya sadar MotoGP akan mengalami penurunan jumlah penonton setelah Rossi pensiun. Tapi penurunan yang sangat drastis, dikarenakan Marquez sering absen karena cedera, mungkin tidak mereka antisipasi.

Dulu pecinta MotoGP bisa melihat duel Rossi vs Gibernau, Rossi vs Stoner, Rossi vs Lorenzo, Lorenzo vs Marquez, hingga Rossi vs Marquez, tapi duel hebat seperti itu sudah tidak ada.

Tren negatif itu sudah terjadi, kini tinggal bagaimana Dorna membangun rencana untuk memperbaiki situasi. Salah satunya dengan memberi tempat bagi pembalap-pembalap muda potensial dari kelas Moto3 dan Moto2 yang berpeluang menjadi superstar global.

Di kelas Moto2 ada nama Celestino Vietti, Aron Canet, Pedro Acosta hingga Tony Arbolino. Sedangkan di Moto3 ada Sergio Garcia, Izan Guevara, Dennis Foggia, hingga Jaume Masia.

Namun proses regenerasi itu harus berjalan alami, tidak bisa dipaksakan. Biarkan waktu yang mengembalikan pamor MotoGP.

Nanti ada waktunya penonton MotoGP kembali meningkat drastis ketika Marquez kembali ke penampilan terbaik, Fabio Quartararo konsisten menjadi rival Marquez dalam perebutan gelar juara dunia, dan muncul pembalap-pembalap muda penuh potensi yang akan menjadi rival.***

Tinggalkan Balasan