Rabu, 17 Juli 2024

PM Netanyahu Ultimatum Hamas untuk Menyerah

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tel Aviv (Riaunews.com) – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberi ultimatum ke kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, akhir pekan lalu.

Netanyahu meminta Hamas untuk menyerah di tengah gempuran besar-besaran Israel ke Gaza.

“Perang masih berlangsung tetapi ini awal dari berakhirnya Hamas. Saya katakan untuk teroris Hamas: selesai,” kata Netanyahu pada Ahad (10/12/2023), dikutip AFP.

Dia kemudian berujar, “Jangan mati demi [Pemimpin Hamas] Yahya [Sinwar]. Menyerah sekarang.”

Pernyataan Netanyahu muncul usai Hamas berkomentar soal pembebasan sandera.

Juru bicara Hamas Abu Obeida mengatakan kelompok ini tak akan membebaskan sandera hidup-hidup hingga Israel menghentikan agresi ke Gaza.

“Baik musuh fasis dan kepemimpinannya yang arogan, maupun para pendukungnya, tak bisa menahan tawanan mereka hidup-hidup tanpa pertukaran dan negosiasi, serta memenuhi tuntutan perlawanan,” kata Obeida, dikutip Al Jazeera.

Dia juga menegaskan Hamas akan terus melawan pasukan Israel.

Serangan Israel, lanjut Obeida, bertujuan mematahkan kekuatan perlawanan Hamas.

Dia mengatakan kelompok ini tak punya pilihan selain melawan.

“Namun, kami berperang di tanah kami dalam pertempuran suci,” kata Obeida.

Lebih dari dua bulan, Israel menggempur habis-habisan Gaza. Selama agresi, mereka menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.

Israel dan Hamas sempat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir 30 November.

Kesepakatan ini mencakup pertukaran tahanan, jeda pertempuran, dan lebih banyak bantuan kemanusiaan yang masuk.

Menyoal pertukaran tahanan, orang yang dibebaskan harus dalam keadaan hidup.

Saat gencatan senjata tak diperpanjang, Israel langsung meluncurkan serangan fase kedua di wilayah selatan Gaza.

Wilayah selatan menjadi tempat tinggal warga Gaza utara yang sempat diusir Israel pada November. Kini, daerah itu pun digempur Israel.

Israel mengusir mereka karena ingin memusnahkan Hamas yang diklaim banyak di daerah utara.

Kini, warga Gaza tak punya lagi tempat yang aman karena tiap sudut Palestina tak lepas dari rudal Israel.

Sejauh ini, total korban yang meninggal di Palestina akibat serangan Israel nyaris 18.000 jiwa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *