Inihil (RiauNews.com) – Mahasiswa asal Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir yang terbagabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Reteh (IPPMR), turut berpartisipasi melakukan sosialisai dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Pandemi COVID-19, Selasa (19/05/2020).
Sosialisasi dan edukasi tersebut dilaksanakan di kantor Desa Sanglar, dengan materi sesuai Surat Edaran dan Maklumat Bupati Inhil HM Wardan yang diterbitkan Maret 2020, berisikan himbauan agar masyarakat Inhil tetap tenang dan tidak panik.
Disampaikan Ketua Umum IPPMR, Ricco Arianda, partisipasi tersebut bertujuan membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di Kecamatan Reteh.
“Mengedukasi warga merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mencegah penularan virus corona,” kata Ricco
Ricco melanjutkan, sesuai dengan surat edaran Bupati, warga diminta mengurangi aktifitas di tempat keramaian, kegiatan massal, dan kerumunan massa. “Warga diminta menerapkan pola hidup bersih dengan selalu cuci tangan,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, warga juga diminta hindari berjabat tangan atau berpelukan, gunakanlah metode lain untuk saling sapa tanpa harus bersentuhan.
Adanya para pedagang yang datang dari dari luar yang berjualan, warga diminta jangan panik, namun para pedagang diminta tetap mengikuti prosedur dan tidak melanggar aturan protokol pencegahan virus corona.
“Kita ketahui para pendatang yang berjualan tetap mengikuti prosedur dan tidak melanggar ketentuan selain itu pendemi Covid-19 membuat kebijakan yang sifatnya sosial dan masyarakat,” terang Ricco
Tim Gugus Kecamatan juga diminta selalu memeriksa warga dan para pendatang secara berkala, jika ada gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, segera ditindaklanjuti sesuai protokol penanganan Tim Gugus.
Ditempat yang sama, Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI), Raodah menyampaikan hadirnya peran mahasiswa ditengah masyarakat sangat dibutuhkan demi keselamatan dan kesehatan bersama dan terhindar dari virus corona.
“Semoga kita tetap bersama untuk kemajuan desa kita khusus berfokus kepada kegiatan yang sifatnya sosial tanpa harus mempermasalahkan hal yang sudah di benarkan oleh kepala desa,” ujar Raodah
[RILIS]