Kamis, 29 Februari 2024

Demokrat Nilai Luhut Lebay karena Tak Terima Kerjanya Dikritik

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Luhut Binsar Panjaitan dinilai lebay karena tak mau kerjanya dikritik DPR. 

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi II DPR dari fraksi PKS, Mardani Ali Sera menilai tak ada yang keliru dengan kritik yang disampaikan anggota dewan terhadap pemerintah terkait suatu kebijakan.

Pernyataan itu disampaikan Mardani merespons Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menganggap kritik soal kenaikan tarif Candi Burobudur hanya untuk mencari popularitas. Luhut meminta agar anggota dewan tak perlu menyerang dirinya untuk mencari popularitas.

“Setuju. Nggak boleh menyerang pribadi. Tapi kebijakannya boleh,” kata Mardani lewat pesan singkat merespons pernyataan Luhut, Kamis (9/6/2022).

Menurut dia, DPR justru perlu menyampaikan kritik kepada pemerintah, termasuk kepada Luhut jika kebijakan yang diambil dinilai keliru salah satunya terkait kenaikan harga minyak goreng.

“Justru DPR perlu mengkritik pemerintah. Termasuk Pak LBP jika ada kebijakan yang tidak tepat. Naiknya harga minyak goreng salah satunya,” kata dia.

Sementara itu, politikus Partai Demokrat Kamhar Lakumani menilai respons Luhut atas kritik dari masyarakat dan DPR terkait kenaikan candi Burobudur terlalu lebay. Menurut Kamhar kritik dari anggota dewan merupakan aspirasi dari masyarakat.

Menurut Kamhar, menaikkan harga tiket masuk Candi Burobudur di tengah ekonomi yang baru pulih dari pandemi tidak sensitif terhadap masyarkat. Karenanya, ia menyayangkan pernyataan Luhut yang menganggap kritik tersebut hanya untuk mencari popularitas.

“Sangat disayangkan juga jika kemudian Pak LBP tak memahami dan menghargai Anggota DPR dalam menjalankan fungsi kedewanannya, malah menuduh Anggota DPR mencari popularitas,” kata dia.

Dalam rapat di Badan Anggaran DPR, Luhut sebelumnya mengingatkan agar anggota dewan tak perlu mencari popularitas dengan mengkritik dirinya.

Dia mengaku hanya seorang pelaksana tugas presiden dan tak keluar dari kewenangannya. Ia juga menegaskan semua tugas yang ia lakukan telah berbasis data dan studi.

“Jadi jangan cari, mohon maaf bapak ibu, cari popularitas dengan nyerang saya Pak. Saya ini hanya pelaksana saja Pak,” kata Luhut, Kamis (9/6).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *