Rabu, 17 Juli 2024

Sang Ayah Dukung Anies Baswedan, Ketua DPC PSI Siantar Dicopot

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Samuel Sianturi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PSI Siantar karena sang ayah mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. (Foto: Inilah.com)

Medan (Riaunews.com) – Gejolak terjadi di PSI Siantar, Sumut, setelah Ketua DPC PSI Siantar Samuel Sianturi dicopot dari jabatannya. Samuel dicopot dengan alasan tak menjalankan perintah partai dan ayahnya menjadi relawan Anies-Muhaimin.

Sejumlah kader yang keberatan atas pencopotan itu, mengancam bakal mundur sebagai caleg DPRD Siantar.

Pernyataan keberatan itu dibuat dalam sebuah video dan beredar di media sosial.

Terkait hal itu, Ketua PSI Sumut Nezar Djoeli angkat bicara.

“Lihat saja video mereka (yang beredar). Yang cakap itu siapa? Bukan ketuanya dan yang cakap itu siapa dalam struktur partai? Dan di sampingnya siapa saja sih yang caleg? Dan, mereka bukan dicopot, tapi direstrukturisasi,” kata Nezar saat dihubungi kumparan, Selasa (5/12).

Disinggung apakah para kader itu jadi mundur, Nezar mengaku belum ada laporan ke DPW PSI Sumut.

“Enggak ada (yang mundur), belum ada yang masukkan ke DPW,” kata Nezar.

Menurutnya, bila para caleg ini ingin mundur, mereka tinggal mengirimkan surat ke DPW Sumut.

“Itu kan cakap aja (penyataan mau mundur dalam video yang beredar), saya enggak pernah menerima surat dari mereka,” ucap dia.

Meski begitu, kata Nezar, jika memang ada kader yang tidak loyal dengan partai dan memilih keluar, pihaknya tidak akan melarang.

“Dan pun kalau mereka mundur, ya, saya bisa apa? Masukkan surat ke DPP dan DPW serta DPD,” kata dia.

Namun, ia menegaskan, para kader harus siap dengan sanksi bila melanggar peraturan KPU. Sebab, kader tersebut sudah menjadi Daftar Calon Tetap (DCT).

“Ya mereka yang sudah DCT ini kan dibungkus sama peraturan KPU tentang sanksi terkait pencalonan. Tapi, (kader) yang lain fine aja kok,” jelasnya.

Sebelumnya, Samuel Sianturi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PSI Siantar. Dia dicopot karena tak menjalankan perintah partai untuk membentuk struktur anak ranting partai.

Samuel juga dinilai tak punya komunikasi yang baik. Di samping itu, ayah Samuel, Horas Sianturi, yang juga kader PSI malah membelot mendukung pasangan Anies-Muhaimin alias Cak Imin. Padahal, PSI sudah jelas mendukung Prabowo-Gibran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *