Kamis, 18 Juli 2024

UGM Beberkan Kenapa Anies Baswedan Gagal Tampil di Kampusnya Sendiri

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Calon Presiden nomor 1 Anies Baswedan hadiri Ijtima Ulama yang berlangsung di Sentul, Bogor, Sabtu (18/11/2023). (Foto: Detik)

Yogyakarta (Riaunews.com) Universitas Gadjah Mada (UGM) membeberkan hasil penelusuran terkait adanya informasi melarang Anies Baswedan hadir sebagai pembicara di acara diskusi yang digelar di Auditorium MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, padahal diketahui Anies merupakan alumnus UGM

“Jadi, hasil penelusuran kita memang prosesnya itu agak sedikit ada dari sisi technicality yang agak bermasalah ya,” ujar Sekretaris Universitas Gadjah Mada (UGM) Andi Sandi, saat dihubungi, pada Senin (20/11/2023).

Andi mengatakan, awalnya, izin acara sudah diberikan senjak 3 November 2023. Sebab, di awal acara akan digelar 9 November 2023.

“Nah, sampai tanggal 13 itu ada perubahan akhirnya pindah tanggal 17. Tanggal 16 H-1 karena teman-teman UGM itu melihat ada flyer (pamflet) nah teman-teman MM itu bertanya kepada panitia, minta rundown,” ungkap dia.

Rundown kemudian dikirimkan oleh panitia acara. Namun, menurut Andi, di rundown tersebut tidak ada nama Anies Baswedan sebagai pembicara.

Tetapi, setelah pamflet acara tersebut keluar, baru terdapat pembicara Anies Baswedan.

“Nah, rundown yang dikirim panitia itu tidak ada daftar nama Mas Anies enggak ada, tapi di flyer itu sudah ngomong,” tutur dia.

Kemudian muncul pesan melalui chat kepada panitia. Andi mengatakan, orang yang mengirim pesan tersebut bukan dari rektorat, namun dari MM UGM.

Maksud dari pesan tersebut, ingin menyampaikan kepada panitia jika ada perubahan dan mendatangkan pembicara Anies Baswedan agar memberitahu.

Sebab, status Anies Baswedan saat ini adalah calon presiden.

“Jadi, Beliau itu menyampaikan kalau ada perubahan seperti ini, maksudnya ada calon yang datang itu mbok kita diberi tahu karena mereka sebagai unit itu harus report, karena UGM itu punya SOP. Cuma perlu digarisbawahi bahwa acara ini adalah acara akademik. Nah kalau dalam konteks akademik ya boleh saja, enggak ada larangan,” tegasnya.

Andi mengungkapkan acara tersebut bukan digelar oleh UGM. Penyelenggara hanya meminjam tempat di Auditorium MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meskipun, panitia acara merupakan alumni UGM.

Selain itu, Andi memastikan rektorat UGM juga tidak mengeluarkan pernyataan apapun maupun larangan terkait dengan acara tersebut.

“Kemudian rektorat sama sekali tidak ada statement atau pelarangan apapun terhadap kegiatan itu. Tidak ada. Jadi kesimpulan yang diputar berdasarkan screenshot itu, saya minta panitia untuk klarifikasi bahwa rektorat tidak pernah mengeluarkan statement apapun,” ucapnya.

Sepanjang acara dalam ranah akademik, Andi melanjutkan tetap diizinkan. Namun, jika dalam konteks kampanye, UGM sudah mempunyai SOP.

“Kalau dalam ranah akademik kita sangat support wong Mas Anies itu keluarga dewe e, omah e. Apalagi, MM dulu kan Mas Anies FEB mosok wong teko neng omahe ra entuk,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan batal hadir menjadi pembicara di acara Indonesia Future Stadium Generale di Auditorium MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yang diselenggrakan oleh Bersama Indonesia.

Panitia menyebut, batalnya Anies Baswedan menjadi pembicara karena ada pihak yang mengatasnamakan rektorat tidak mengizinkan.

Tema yang diangkat yaitu “Indonesia Future Stadium Generale Finding Justice Development Path for The Future of Indonesia : Promoting Jakarta ‘Kota Kolaborasi’ as a Pioneer of Global Sharing City”.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *