Jumat, 1 Juli 2022

Ini Pernyataan Nupur Sharma Yang Menghina Nabi Muhammad

Nupur Sharma.

New Delhi (Riaunews.com) – Pernyataan politisi India yakni Nupur Sharma dikecam setelah memberikan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Negara-negara Arab memanggil duta besar India di negara-negara mereka dan memberikan pernyataan keras.

Nupur Sharma adalah Juru Bicara BJP (Baharatiya Janta Party) yang saat ini berkuasa di India.

Nupur Sharma lahir di New Delhi, India pada 23 April 1985.

Kronologi penghinaan Nabi Muhammad SAW adalah saat Nupur Sharma mengeluarkan pernyataan tentang Nabi Muhammad dalam sebuah acara televisi.

Polisi menindaklanjuti kasus penghinaan tersebut tersebut di Kantor Polisi Pydhonie di Mumbai, berdasarkan pasal 295A, 153A dan 505B dari KUHP India.

Tindak lanjut kasus dilakukan setelah polisi mendapatkan pengaduan dari Akademi Raza, sebuah organisasi Sunni Barelvi dari Muslim Sunni India.

Pernyataan Nupur Sharma terjadi dalam sebuah debat di media Times Now.

Sharma disebut mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan bumi itu datar.

Ia pun menghina tokoh penting umat Muslim, Nabi Muhammad SAW. Hal itu karena menikah dengan istrinya Aisyah, saat masih muda belia.

“Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun,” ujarnya dalam sebuah video yang kemudian dihapus oleh saluran televisi tersebut dikutip dari Sputnik News.

Qatar mendesak pemerintah India meminta maaf secara terbuka atas ulah anggota BJP itu.

“Qatar meminta pemerintah India untuk segera mengutuk pernyataan ini dan secara terbuka meminta maaf kepada semua Muslim di seluruh dunia,” kata Majed Mohammed Al Ansari selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga ikut bersuara dan mengecam keras pernyataan anggota BJP tersebut.

“Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam menyatakan kecaman keras atas penghinaan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh seorang pejabat di partai yang berkuasa di India terhadap Nabi Muhammad SAW,” kata OKI.

Arab Saudi turut mengutuk pernyataan itu. Menganggap perkataan anggota BJP itu sebagai penghinaan.

Saba Naqvi, wartawan asal Delhi, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa BJP telah diuntungkan secara politik dari isu-isu yang menyudutkan muslim di India.

“Tetapi dalam hal ini, ada ‘harga’ yang harus dibayar,” kata Naqvi.

“India merupakan salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga dunia menyadari bahwa ini sedang terjadi,” kata Naqvi.

BJP mengatakan, mereka menghormati semua agama dan sangat menentang penghinaan terhadap agama apa pun.

“Partai Bharatiya Janata juga sangat menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP tidak mengusung orang atau filosofi seperti itu,” kata BJP. ***

Tinggalkan Balasan